Unduh Aplikasi

Wapres Puji Proses Keamanan dan Demokrasi di Aceh

Wapres Puji Proses Keamanan dan Demokrasi di Aceh
Gubernur Aceh, Pangdam dan Kapolda saat berada di istana Wapres Jakarta.
JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengapresiasi Pemerintah Aceh atas keberhasilan menjaga stabilitas politik dan keamanan serta proses demokrasi di Aceh. Sempat dirudung duka dengan konflik agama yang terjadi di Singkil beberapa waktu lalu, gubernur melaporkan bahwa kondisi Singkil telah kondusif.

"Keberagaman dan toleransi antar umat beragama di Singkil kini telah pulih,” kata Gubernur Aceh kepada Wakil Presiden.

Stabilitas keamanan di Aceh juga berjalan sangat baik. Pemerintah bersama aparat keamanan bahkan giat-giatnya menumpas narkoba di Aceh. Seperti diketahui, polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Badrudin Haiti, beberapa waktu lalu memusnahkan ladang ganja di Lamteuba Aceh Besar. Dalam Operasi Bersinar Rencong 2016, Polda Aceh memusnahkan seluas 189,5 hektar lading ganja yang tersebar di 23 titik di Aceh.

“Wapres mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang bertugas di Aceh,” kata gubernur.

Kepada Wapres Jusuf Kalla, Gubernur Zaini meminta bantuan pengadaan helikopter dan rumah sakit rehabilitasi narkoba. Hal itu, kata gubernur, untuk mengoptimalkan operasi pencegahan dan rehabilitasi bagi korban. Wapres JK berjanji akan mengusahakan permintaan Pemerintah Aceh tersebut.

“Wapres akan berkoordinasi untuk dukungan dua helikopter serta rumah sakit rehabilitasi narkoba di Aceh,” kata gubernur.

Menjelang pelaksanaan pilkada di Aceh, kondisi keamanan dilaporkan gubernur juga masih stabil. Pemerintah bersama semua unsur forkopimda sepakat untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak dengan memegang pada peraturan perundang-undangan yang saat ini berlaku. Pemerintah bahkan telah menganggarkan anggaran untuk pilkada Aceh sebesar Rp 110 miliar. Terkait polemik tentang calon independen, Wapres Jusuf kalla meminta agar persyaratan calon independen untuk tidak dipersulit.

Jusuf Kalla, kata gubernur, juga memberikan apresiasi atas kinerja Kejaksaan Aceh bersama tim Polda Aceh dan Kejaksaan Tinggi yang telah membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah, yang berfungsi pencegahan dan asisten pengendalian pembangunan.

Komentar

Loading...