Unduh Aplikasi

Wali Nanggroe Bicara Sejarah Aceh di Unsyiah

BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Alhaytar berbicara sejarah Aceh di hadapan ratusan mahasiswa Unsyiah saat menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Nasional yang di gelar, Selasa (20/10) di AAC Dayan Dawood Unsyiah.

Malik Mahmud Alhaytar bercerita sejarah Aceh sejak masa penjajahan belanda di Indonesia, masa konflik Aceh hingga proses penanda tanganan MoU Helsinky Perdamaian Aceh dan RI.

"Sekarang Aceh telah menjdi contoh, diamana konflik yang berkepanjangan telah menjalani sebuah perdamaian," jelas Wali Nanggroe.

Selain itu, Malik Mahmud Alhaytar didampingi Mayjen TNI Andri T.U Sutarno,
Staf ahli bidang SDM & Iptek menko polhukam dan Ahmad Farhan Hamid selaku mantan wakil ketua MPR RI yang juga sebagai pemateri pada seminar bertajuk menyongsong satu dekade perdamaian Aceh yang diadakan Bem Unsyiah itu menjelaskan lembaga Wali Nanggroe kepada peserta seminar.

"Insya Allah, dengan pemerintah RI sekarang ini, bapak Jokowi dan Jusuf Kalla bersama-sama kita bekerja untuk melaksanakan kepentingan Aceh yang telah kita perjuangkan dengan darah dan air mata," tutup Malik Mahmud saat memberikan materi.

Dihadapan peserta seminar nasional yang berjumlah ratusan orang itu, wali nanggroe menyampaikan materi dengan judul Integritas Masyarakat dalam memajukan Aceh di Tingkat Nasional.

Diwaktu bersamaan, Selasa (20/10) di Hotel The Pade, sedang berlangsung diskusi mengkaji implementasi Qanun 8/2012 tentang Wali Nangroe, apakah menjamin perlindungan dan penghormatan HAM atau sejalan dengan Undang-Undang No 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis yang dilaksanakan oleh Komnas Ham Aceh.

Adapaun peserta yang seperti tertulis dalam ToR undangan yaitu Safaruddin (YARA), Hendra Sahputra (Kontras Aceh), Taf Haikal (Jubir Kaukus Barat Selatan), Shadie Marhaban (Tokoh Perempuan), Dr. Dyah Rahmani Purnomowati (Tokoh Perempuan), Prof.Dr.Alyasa Abubakar (Akademi UIN Ar-Raniry), Dr.Kamruzzaman Bustaman Ahmad (Akademisi UIN Ar-Raniry), Dr.Saleh Syafei ( Akademisi Unsyiah, Sosiolog), Riza Nizarli (Akademisi Unsyiah), Bardan Sahidi (Politis, Tokoh Masyarakat Gayo), Prof.Dr.Bahrain T.Sugiha (Sosiolog) dan Mukhlisuddin Ilyas (Peneliti Sosial)

|MITRO HERIANSYAH

Komentar

Loading...