Unduh Aplikasi

Wali Kota Langsa Minta Proyek Rp 1 Miliar Dibongkar

Wali Kota Langsa Minta Proyek Rp 1 Miliar Dibongkar
Proyek pembangunan parit yang diduga ditunda oleh pihak rekanan karena sudah ada perintah untuk dibongkar oleh wali kota.
LANGSA - Wali Kota Langsa Usman Abdullah meminta proyek pembangunan parit yang terletak di tiga Gampong, yakni Paya Bujok Tunong, Geudebang Aceh, dan Geudebang Jawa Kecamatan Langsa Baro, yang bernilai sekitar Rp 1 miliar dibongkar kembali. Pasalnya proyek tersebut terjadi kesalahan teknik, sehingga membuat orang nomor satu di Langsa itu berang.

"Proyek pembangunan parit yang hampir rampung dikerjakan oleh kontraktor tersebut seharusnya digeser satu meter lagi kesamping, karena permintaan wali kota setelah dibangun parit tersebut bisa dibangun jalan dengan lebar enam meter," ujar sumber AJNN yang meminta tak disebutkan namanya itu.

Menurut sumber AJNN, keselahan tersebut letaknya bukan sama kontraktor, tapi letaknya ada pada teknik perencana. Karena tugas kontraktor hanya mengerjakan pekerjaan yang sudah dilakukan perencanaan dan survei terlebih dahulu.

Akibat dibangun parit tersebut, kondisi jalan yang rencananya akan diaspal selebar enam meter hanya sisa sekitar empat meter lebih. "Pak wali bersikeras jalan tersebut dibangun enam meter lebarnya, dan apabila warga setempat tidak bersedia membebaskan lahan untuk pembangunan jalan dengan lebar enam meter, kemungkinan besar parit yang sudah hampir selesai dikerjakan akan dibongkar kembali," ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini dirinya mendengar dinas terkait sedang melobi warga setempat meminta agar bersedia membebaskan tanah mereka untuk dibangun jalan.

"Karena sudah ada perintah dari wali kota untuk dibongkar, pihak rekanan pengerjaan terpaksa menunda pembangunan dan masih tersisa sekitar 50 meter lagi," ungkapnya.

Sumber AJNN menuturkan, menurut informasi yang dirinya terima, ada sebagian warga setempat sudah bersedia membebaskan lahan mereka untuk dibangun jalan dengan catatan harus dibuat pagar permanen untuk masyarakat.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Langsa, Samsul Bahri yang ditemui AJNN membenarkan kalau wali kota meminta proyek pembangunan parit tersebut dibongkar.

"Alasan wali kota memerintahkan proyek tersebut dibongkar kembali karena tidak sesuai yang diinginkan, namun belum ada keputusan tentang pembongkaran kembali proyek itu. Karena masih dalam tahap pelobian warga untuk pembebasan tanah," katanya.

Wali kota, kata Samsul, meminta jalan yang terletak di samping bangunan saluran tersebut bisa diaspal dengan lebar lima meter, dan untuk bahu jalan kiri kanan 50 centi meter dengan lebar keseluruhannya enam meter.

Menurutnya, saat ini kondisi badan jalan hanya kurang 50 meter ‎dan lebarnya sudah ada lima meter lebih.‎ Untuk mencukupi enam meter saat ini pihak rekanan sedang melobi warga setempat, dan sudah disetujui oleh 80 persen warga dengan catatan dibangun pagar untuk mereka.

Saat disinggung terkait penundaan pembangunan sekitar 50 meter lagi yang belum diselesaikan, Samsul mengaku itu bukan karena ada perintah dari wali kota untuk dibongkar.

"Sekitar 50 meter lagi yang belum diselesaikan oleh pihak rekanan tersebut terkendala dengan genangan air dan masa pekerjaannya masih tersisa waktu sekitar satu bulan lagi" sebutnya.

Perlu diketahui tambah Samsul, ‎perencanaan teknik proyek tersebut masa Kabid Cipta Karya lama yaitu Muharram dan ia hanya melanjutkan perencaan yang sudah ada.

"Yang disuruh bongkar oleh pak wali hanya sekitar 250 meter karena kondisinya tidak sesuai," ungkapnya.

‎Sementara itu, bekas Kabid Cipta Karya Dinas PU Langsa Muharram yang saat ini menjabat Kabag Pembangunan di Pemko Langsa saat ditemui AJNN enggan memberikan komentar.

"Terkait perencaan proyek tersebut saya tidak mau berkomentar," ujarnya singkat.

Komentar

Loading...