Unduh Aplikasi

Wali Kota Langsa Larang Warga Bangun Rumah di Bantaran Sungai

Wali Kota Langsa Larang Warga Bangun Rumah di Bantaran Sungai
Wali Kota Langsa Usman Abdullah
LANGSA - Keuchik (kepala desa-red) dalam wilayah Kota Langsa diminta untuk melestarikan lingkungan serta mememilihara keindahan kota. Pasalnya, kebersihan merupakan tanggung jawab gampong.

Permintaan tersebut disampaikan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah pada acara Pencanangan Hari Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BGRM) ke XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44, Rabu (10/8) dilapangan bola kaki Gampong Geudebang Jawa, Kecamatan Langsa Baro.

Toke Suum --sapaan Usman Abdullah--menyebutkan, agar hal itu terwujud maka keuchik dan seluruh perangkat gampong harus selalu mengawasi atau melarang masyarakat yang membuang sampah ke sungai, parit dan tempat-tempat yang dilarang.

Selain itu, Toke Suum juga melarang masyarakat membangun rumah di bantaran sungai, bekas rel kereta api dan melarang warga yang menggunakan berem jalan untuk menambah bangunan, kios, dan menanam tanaman yang menganggu serta mengurangi lebar jalan.

"Jika diperlukan Satpol PP untuk menertibkan bangunan, silahkan kirim surat ke saya, nanti akan kami perintahkan Satpol PP untuk menertibkan," tegasnya.

Kata Usman, pelaksanaan bulan bhakti gotong royong bukan merupakan hal yang baru, artinya selama ini masyarakat sudah pernah melaksanakan acara gotong royong tersebut, baik dalam lingkungan keluarga maupun di lingkungan yang lebih besar. ‎

"Dengan jiwa dan semangat ke gotong-royongan dan rasa kebersamaan yang telah turun menurun senantiasa menjadikan masyarakat gampong rukun, damai penuh kekeluargaan dan kekerabatan serta bahu membahu membangun kehidupan bersama dalam keanekaragaman," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa Abdullah Gade, menyampaikan tujuan dilaksanakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sebulan penuh ini dalam rangka menggali nilai-nilai gotong royong masyarakat yang tumbuh, dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem budaya bangsa.

"Tujuan lain juga untuk memperkuat integritas sosial masyarakat gampong serta memperkokoh NKRI," ujarnya.

Komentar

Loading...