Unduh Aplikasi

WALHI Minta Pemerintah dan Polda Aceh Tertibkan Galian C di Sawang

WALHI Minta Pemerintah dan Polda Aceh Tertibkan Galian C di Sawang
Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur

ACEH UTARA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) meminta Pemerintah dan Polda Aceh untuk segera menertibkan galian c di Krueng (Sungai) Sawang, Aceh Utara.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur mengatakan, aktivitas galian c atau pengerukan bebatuan dengan berbagai komoditas berdampak negatif terhadap lingkungan.

"WALHI Aceh secara tegas mendorong dinas ESDM untuk melakukan pengawasan dan penindakan bersama Polda Aceh terhadap aktivitas illegal galian bebatuan di kecamatan Sawang, Aceh Utara," kata Muhammad Nur kepada AJNN, Rabu (25/12).

Baca: Galian C Marak di Kecamatan Sawang, Pihak Terkait Dinilai Tutup Mata

Karena ada beberapa usaha galian c masih berstatus izin usaha pertambangan eksplorasi. Untuk itu, harus dipastikan setiap pemilik izin untuk tertib dan patuh terhadap ketentuan hukum.

"Jika masih izin eksplorasi, maka belum bisa dilakukan operasi produksi," jelas Muhammad Nur.

Menurutnya pengawasan dari legeslatif dan Muspika Sawang harus memeriksa kepemilikan izin setiap usaha, jika ditemukan ada usaha tanpa izin maka harus ditertibkan.

"Bukan malah sebaliknya, terkesan melindungi kegiatan pengrusakan sumber air. Padahal Krueng Sawang merupakan sungai tempat bergantung hidup orang banyak," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga harus sadar akan dampak lingkungan di masa akan datang. WALHI berharap pihak desa jangan melakukan kutipan iuran dari para pelaku usaha tambang tanpa izin.

"Jika iuran tetap diambil, maka cukup sulit menertibkan aktivitas ilegal tersebut karena terjadi kerjasama lintas sektor," tuturnya.

Muhammad Nur menambahkan, persoalan galian c di Krueng Sawang sudah menjadi persoalan klasik yang sampai hari ini belum mampu ditertibkan.

"Karena, selama pembangunan masih menggunakan material tidak ramah lingkungan, maka selama itu pula pertambangan mineral bukan logam (galian c) terus menjamur di daerah tersebut," pungkasnya.

Komentar

Loading...