Unduh Aplikasi

WALHI Minta Bupati Aceh Tamiang Batalkan Izin PT TSA

WALHI Minta Bupati Aceh Tamiang Batalkan Izin PT TSA
Direktur Walhi M Nur

BANDA ACEH - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh meminta Bupati Kabupaten Aceh Tamiang membatalkan izin lingkungan yang telah diterbitkan untuk rencana kegiatan industri semen di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang kepada PT Tripa Semen Aceh (TSA), hal ini dinilai sangat tidak etis.

"Penting bagi Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Tamiang unuk membatalkan izin lingkungan yang baru diterbitkan itu, tidak etis kalau diterbitkan dua izin lingkungan dalam periode yang sama," kata Direktur WALHI Aceh, Senin (8/1).

Muhammad Nur menjelaskan, dilihat dari sesi tata ruang, disana tidak layak adanya pertambangan karena memang berada pada wilayah kars (Bentuk bentang alam yang khas), dengan bentangan yang cukup indah dan harus dijaga kelestariannya. Kalau nantinya industri ini jadi dibangun maka akan menggangu air bersih bagi penduduk Aceh tamiang secara umum.

Baca: Kadis ESDM: Izin Produksi Pabrik Semen di Tamiang Tergantung Amdal

"Akan mengganggu wilayah produksi rakyat, terutama ekonomi alternatif kalau industri ini resmi dan legal dijadikan, maka saya kira Aceh Tamiang akan krisis air bersih berlanjut," ujarnya. 

Tak hanya itu, M Nur juga mengkritisi cara Kadis ESDM Aceh, Akmal Husen yang mengkampanyekan PT TSA itu seolah-olah baik dan benar. Menurutnya itu sebuah kesalahan serta tidak objektif.

"Harusya seorang kadis netral melihat aspek hukum, legalitasnya, profesional melihat tata ruangnya, musim lindung dan pemanfaatannya," imbuhnya.

M Nur menegaskan bahwa bupati punya kewenagan mencabutnya, tidak mesti harus melalui gugatan, karena jika pemerintah menunggu adanya gugatan baru maka gugatan tersebut tidak akan pernah berkahir.

Dan nantinya, Kata M Nur, jika putusan kasasi tidak memihak kepada WALHI maka pihaknya akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) dengan memberikan bukti-bukti terbaru. Karena itu Walhi Aceh berharap bupati baru dapat membatalkannya.

Komentar

Loading...