Unduh Aplikasi

Walhi: Ilegal Logging Penyebab Banjir dan Longsor di Aceh

Walhi: Ilegal Logging Penyebab Banjir dan Longsor di Aceh
Kayu hasil Ilegal Logging. Foto: AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Masifnya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Aceh dalam beberapa hari terakhir, membuat sejumlah warga terdampak harus kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Muhammad Nur mengatakan banjir dan tanah longsor yang terjadi saat ini, akibat banyak perubahan fungsi hutan dan kegiatan ilegal loging yang masih menjamur di Aceh.

Ia mengatakan, jika lahan dan hutan masih belum terganggu, tidak akan ada istilah longsor dan banjir. Sebab kata M Nur, alam dapat mengelola dirinya sendiri.

Misalnya lanjut M Nur, daerah tengah yang dekat dengan awan, karena ketinggian diatas rata-rata. Saat curah hujan yang tinggi dan yang menyerap air hujan itu adalah pohon.

"Ya pohon. Nggak perlu pipanisasi, jalur irigasi dan tidak perlu waduk. Karena alam dapat mengelola produknya sendiri," kata M Nur kepada AJNN di Banda Aceh, Jum'at (18/12/2020).

Namun, dengan adanya kegiatan galian, sungai mengalami kerusakan. Saat sungai tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, maka akan terjadi luapan.

"Jadi kenapa bisa terjadi banjir, karena hutan tidak sanggup lagi menampung. Harusnya jalur-jalur secara natural masuk ke sungai, anda rusakin," ungkapnya.

Perusakan itu lanjut M Nur, karena pengerukan terjadi dimana-mana, akses jalan di beton, rumah dibuat dimana-mana tidak berdasarkan ruang.

"Jadi air itu berlaku suka-suka dia. Jadi natural. Anda buat, anda tanggung resikonya. Nikmatilah kebanjiran itu. Begitu logikanya," pungkas M Nur.

|INDRA WIJAYA

Komentar

Loading...