Unduh Aplikasi

Walhi Aceh Minta Polisi Tindak Panambang Liar di Nagan

Walhi Aceh Minta Polisi Tindak Panambang Liar di Nagan
BANDA ACEH – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh  meminta polisi menindak penambang liar di aliran Sugai Kung Cut Pemukiman Pulo Raga, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

“Kalau kami berangapan bahwa kegiatan ilegal ini harus segara dirapikan, karena mengingat situasi pembiaran itu justru merugikan kabupaten dan masyarakat Nagan sendiri,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Aceh M. Nur kepada AJNN saat ditemui dikantornya, Senin (14/3).

Menurut M. Nur, dalam konteks individual, bila aliran sungai rusak maka itu akan menjadi beban pemerintah setempat. Bukan beban penambang.

Karena itu, untuk menangani masalah itu tidak boleh hanya sebatas bicara pencegahan saja, tapi harus berfokus pada penegakan hukum, penegak hukum harus mengambil alih permasalahan itu karena aktivitas penambangan terus terjadi.

“Jika penegak hukum tak melakukan apapun maka indikasinya adalah selama ini penegak hukum tidak punya agenda khusus terhadap isu lingkungan itu sendiri,” ujarnya.

Dikatakan M. Nur, persoalan seperti itu tak boleh dibiarkan, jika ada pembiaran maka patut diduga ada pihak yang 'bermain' di Nagan sehingga tidak bisa ditindak untuk reklamasi kembali.


“Bila tidak, kegiatan seperti ini harus dirapikan, dan harus diambil tindakan, tidak boleh lagi hanya sebatas bicara penegakan. Pendekatan hukum tidak boleh ada tawar-menawar,” ujarnya
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...