Unduh Aplikasi

Walaupun Daerah Lain Ada Gejolak, Penyaluran BLT di Samarkilang Tuntas

Walaupun Daerah Lain Ada Gejolak, Penyaluran BLT di Samarkilang Tuntas
Salah seorang warga Samar Kilang, Bener Meriah saat menerima BLT yang bersumber dari Dana Desa. Foto untuk AJNN.  

BENER MERIAH - Ditengah banyak aksi unjuk rasa dan protes tentang penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program ketahanan pangan. Namun ada beberapa kampung di kabupaten Bener Meriah sudah menyalurkan bantuan tersebut tanpa ada masalah. Bahkan di salah satu Kecamatan, yaitu Syiah Utama, penyaluran BLT tahap 1 sudah tuntas.

Proses penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) di kecamatan Syiah Utama atau lebih dikenal dengan Samar Kilang tersebut, sejauh ini tidak menimbulkan dampak berupa protes dari warga. Pasalnya kriteria para penerima sesuai dengan petunjuk yang ada.

Baca: Minta BLT Dibagi Rata, Warga Kampung Negeri Antara Demo di Kantor Desa

"Semua sudah disalurkan sesuai ketentuan di 14 kampung untuk 119 KK penerima," ungkap Pendamping Lokal Desa (PLD) Syiah Utama, Zulfikar, kepada AJNN, Kamis (4/4/2020).

Saat pembagian, masing-masing Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp. 600.000 untuk 3 bulan, dan 3 bulan berikutnya Rp.300.000 untuk 3 bulan.

"Saat ini aparatur kampung sedang menyiapkan administrasi pelaporan, termasuk perubahan pengganggaran Dana Desa," ujar Zulfikar.

Camat Syiah Utama, Khalisuddin menyatakan mengapresiasi atas dukungan semua pihak atas kelancaran penyaluran tersebut.

"Alhamdulillah, pelaksanaan program ini tidak menimbulkan gejolak apapun di wilayah kami, tentu atas kinerja yang baik dari seluruh pihak," ujar Khalisuddin.

Sementara itu, terkait program ketahanan pangan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis. Sehingga bantuan untuk program ini belum diproses sama sekali.

"Bantuan ketahanan pangan yang juga bersumber dari Dana Desa belum kami sentuh sedikitpun. petunjuk teknis (Juknis) belum ada jadi belum perlu dibahas," ujarnya.

Ditanya soal kegaduhan sebagai dampak BLT dan Ketahanan Pangan secara umum di Bener Meriah, Khalisuddin menyatakan hal tersebut dipicu pemahaman regulasi yang minim serta ada motif-motif lain.

"Umumnya di Gayo dalam satu kampung masih ada pertalian darah, mari bersama-sama kita cari solusi terbaik demi terjaganya tali silaturrahmi," pungkas Khalisuddin.

Komentar

Loading...