Unduh Aplikasi

Walau Dikepung Ormas Islam, Konser Armada Tetap Berjalan di Banda Aceh

Walau Dikepung Ormas Islam, Konser Armada Tetap Berjalan di Banda Aceh
Wakapolresta Banda Aceh AKBP Armaini mencoba melerai massa agar tidak terjadi keributan di lokasi konser Armada. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Meskipun dikepung sejumlah ormas Islam yang tidak setuju dengan konser musik Band Armada, namun konser yang digelar oleh salah satu produsen rokok itu tetap berjalan lancar. Konser itu berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Jumat (10/1) malam.

Dari pantauan AJNN, kurang dari seratusan orang dari ormas Islam tiba di lokasi konser sekitar pukul 18.00 WIB, mereka meminta panitia untuk menghentikan konser band asal ibu kota itu.

Sekitar pukul 19.30 WIB, pihak panitia, perwakilan dari ormas Islam serta pihak kepolisian dan Pemerintah Banda Aceh melakukan rapat di musalla yang ada di area stadion Lhong Raya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak panitia penyelenggara menolak acara tersebut dihentikan. Pasalnya panitia telah memperoleh izin dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Sempat terjadi kericuhan saat pertemuan itu, namun dapat diredam oleh pihak kepolisian dari Polresta Banda Aceh.

Baca: Ormas Islam Kepung Konser Musik Band Armada di Lhong Raya

Massa dari ormas Islam kemudian menuju ke panggung utama agar acara itu dihentikan, ratusan personel Polresta langsung mencoba menghalau massa yang akan masuk ke panggung utama.

"Kami minta konser ini dihentikan karena dinilai langgar syariat," sorak seorang dari Ormas Islam.

Konser Armada yang dijadwalkan pukul 20.30 WIB akhirnya dimulai pukul 22.15 WIB. Ratusan masyarakat dari Banda Aceh dan Aceh Besar terlihat sangat antusias mendengarkan lagu-lagu Armada.

Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto menyebutkan pihak kepolisian hanya bertugas sebagai pengamanan apapun kegiatan masyarakat.

"Polisi bertugas sebagai pengamanan. Kami tidak ingin adanya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat," ujarnya.

Kapolresta Banda Aceh juga menyebutkan konser Armada yang dilaksanakan itu telah mengantongi izin dari Pemerintah kota Banda Aceh.

"Izin konser itu telah dikeluarkan pada awal Desember 2017 lalu oleh Pemkot Banda Aceh," ungkap AKBP Trisno.

Komentar

Loading...