Unduh Aplikasi

Wakil Wali Kota Lhokseumawe: Pasar Buah Mulai Ditertibkan

Wakil Wali Kota Lhokseumawe: Pasar Buah Mulai Ditertibkan
Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad. (Dok. Humas Pemko Lhokseumawe)

LHOKSEUMAWE - Wakil Wali Kota Lhokseumawe menanggapi terkait penagihan janji oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Juli 2019 lalu terkait akan diaktifkannya pasar buah pada akhir Agustus tahun ini.

“Kalau pasar buah sudah mulai ditertibkan, sudah mulai bagus, yang tidak membayar sewa sudah ditarik kembali dan diberikan kepada yang mau jualan. Karena itu semua kesalahan di masa lalu, jadi agak sedikit susah untuk ditertibkan,” katanya kepada AJNN, Rabu (16/10).

Sambungnya, kalau untuk pasar induk sendiri akan diresmikan sekalian dengan launching Pameran Expo pada bulan November ini. Termasuk dirinya juga sedang membahas dengan pihak kementerian untuk bisa diresmikan baik itu gubernur ataupun wali kota untuk peresmian pasar induk.

“Kami berpesan kepada masyarakat agar bersabar, dan kepada para pedagang supaya mamu memanfaatkan pasar yang ada untuk dihidupkan kembali. Dan kita juga meminta kepada calon pedagang supaya melihat dan mengecek langsung lapak yang ada di pasar induk tersebut. Dan jika perlu segera ambil lapaknya, jangan ketika diambil oleh orang lain dan pasar sudah manju baru akan menyesal,” ujarnya.

Baca: Pasar Buah Belum Diaktifkan, Mahasiswa Tagih Janji Pemko Lhokseumawe

Sebelumnya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Juli 2019 lalu menagih janji pemerintah terkait akan diaktifkannya pasar buah pada akhir Agustus tahun ini.

“Sekarang kami lihat belum juga difungsikan, padahal sebelumnya pihak Pemko Lhokseumawe menargetkan akan mengaktifkan pasar buah pada akhir Agustus 2019 dan sekarang sudah bulan Oktober,” kata Ketua BEM FH Unimal, Muhammad Fadli kepada AJNN, Senin (14/10).

Pihaknya juga mengaku kecewa, karena dua bulan lalu petisi yang diterima dan estimasi waktu direalisasinya sebagian pada bulan September dan akhir Agustus. Namun hingga kini belum ada yang signifikan, sehingga masyarakat belum bisa menggunakan bangunan tersebut.

“Kami berharap Pemko Lhokseumawe serius dalam menanggapi segala kritikan, disini kami juga menginginkan beberapa petisi yang kita sampaikan harus segera direalisasikan, kalau tidak akan kita lakukan aksi besar-besaran lagi. Karena hal petisi itu akan terus kita kawal,” ungkapnya.

Komentar

Loading...