Unduh Aplikasi

Wakil Ketua DPRK: Jangan Mimpi Aceh Barat Dapat Adipura

Wakil Ketua DPRK: Jangan Mimpi Aceh Barat Dapat Adipura
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE saat meninjau pantai

ACEH BARAT - Terik matahari menyengat, posisinya berada tepat diatas kepala. Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB. Tiga lelaki paruh baya terlihat sedang berjalan di bibir pantai Peunaga Rayeuk. Langkah kaki mereka yang menggunakan sepatu pantofil terus menginjak-injak sampah kayu dan plastik di sepanjang bibir pantai itu.

Jika biasanya keindahan pantai akan terlihat oleh hamparan pasir-pasir lembut, namun tidak dengan sepanjang bibir pantai Peunaga Rayeuk itu. Hamparan pasir tertutup sampah plastik dan kayu.

Baca: Mimpi Piala Adipura di Tengah Serakan Sampah

Meski terik matahari begitu menyengat, ketiga pria ini terus berjalan menapaki sampah plastik dan kayu sejumlah bongkahan batubara yang tertutup sampah-sampah tersebut

Salah satu dari tiga pria itu adalah Ramli SE, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Ia datang kelokasi tersebut bersama dua anggota DPRK lainnya yakni Samsul Rizal dan Bustamam.

"Kami datang kemari atas laporan masyarakat yang menyebutkan pantai mereka dicemari sampah, dan juga batubara," kata Ramli SE, Rabu, (28/11) sambil menunjukkan dua bongkahan batubara, kepada awak media.

"Jika sampah mencemari pantai seperti ini, bagaimama bisa Aceh Barat dikatakan layak mendapatkan Adipura. Jangan mimpi," katanya lagi.

Ramli memperkirakan hamparan sampah yang mencemari bibir pantai sepanjang delapan kilometer, muali dari Peunaga Rayeuk hingga Padang Seurahet.

Ramli kesal bukan main terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat yang terkesan abai dengan sampah-sampah kayu dan plastik tersebut.

Pantai yang harusnya elok, dan menjadi lokasi destinasi wisata kata dia tapi malah menghadirkan pemandangan yang buruk.

Anggaran yang dialokasikan untuk penanganan sampah, menurutnya seperti sia-sia jika sampah dibiarkan betumpuk terus di bibir pantai tanpa penanganan.

"Harusnya DLH tidak tinggal diam. Mereka harusnya menurunkan alat berat untuk pembersihan sampah-sampah yang didominasi plastik dan kayu ini," kata dia.

Padahal, kata Ramli, jika pemerintah serius menanganinya maka ia yakin perusahaan tambang batubara PT Mifa Bersaudara yang beroperasi di Kabupaten Aceh Barat siap membantu membersihkan sampah-sampah tersebut.

"Padahal kalau mereka serius Mifa sudah mau membantu membersihaknya. Kalau mereka saja kan tidak mungkin, ini mau cari Adipura tapi sama sampah tidak peduli," ucapnya.

Ramli meminta kepada DLH untuk tidak tinggal diam. Jika memang tidak mampu untuk membersihkannya sendiri minta bantuan kepada PT Mifa.

Jika sampah-sampah itu terus dibiarkan, kata dia, maka ke depan ketika di bawa kelaut bisa merusak biota laut dan nelayan yang dirugikan, lantaran hasil tangkapannya.

"Jika begini (sampah menumpuk) maka akan menjadi pertanyaan besar kok bisa Aceh Barat dapat Adipura. Bukan cuma kita bertanya-tanya tapi masyarakat juga," imbuhnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...