Unduh Aplikasi

Wakil Ketua DPRA: Tak Ada Alasan Bagi Saya untuk Tidak Berjuang Bersama Masyarakat Gayo

Wakil Ketua DPRA: Tak Ada Alasan Bagi Saya untuk Tidak Berjuang Bersama Masyarakat Gayo
Wakil Ketua DPR Aceh Hendra Budian saat berbicara dalam diskusi Publik tentang pembentukan provinsi ALA di Takengon. Foto AJNN/Fauzi Cut Syam.

ACEH TENGAH - Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain bagi dirinya kecuali ikut bersama masyarakat daerah pemilihannya untuk bersama-sama berjuang terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). 

Menurut Hendra Budian ini merupakan sikap politiknya sebagai wakil rakyat yang mewakili Bener Meriah dan Aceh Tengah.

"Ini bukan kepentingan politik dan kampanye, kalau kampanye sudah selesai, karena tidak ada pilihan bagi kami yang enam orang ini untuk menolak aspirasi masyarakat yang sudah begitu masif," ujar Hendra Budian, Sabtu (26/9) dalam diskusi Sabtu dengan tema "ALA, gerakan kesadaran baru, basis pemikiran muda, dan skema perjuangan" di Takengon.

Persoalan pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), kata Hendra Budian bukan untuk "bercerai" dari Provinsi Aceh, tapi semua ini menyangkut tentang kendali pemerintahan.

Selain itu saat ini merupakan momentum yang tepat, karena Menkopolhukam sudah mewacanakan pemekaran Provinsi Papua.

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa tidak ada alasan bagi saya Hendra Budian, Wakil Ketua DPR Aceh dari Dapil 4 Bener Meriah - Aceh Tengah, untuk tidak bersama sama dengan masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Gayo tentang pembentukan provinsi baru," tegas Hendra Budian di hadapan peserta diskusi Sabtuan yang berlangsung di Bayakmi Cafe, Temung, Takengon.

Selain Hendra Budian, diskusi Sabtuan yang berlangsung di Takengon tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber lain yaitu Aramiko Aritonang, Direktur Eksekutif Ramung Institute, Waladan Yoga, Sri Wahyuni, Ketua KP3 ALA Aceh Tengah, Zamzam Mubarak dan dan Ketua KP3 ALA Bener Meriah, Alwin Al Lahad. 

Acara diskusi ini sendiri dipandu oleh mahasiswa Pascasarjana UNPAD, Razikin Akbar.

Komentar

Loading...