Unduh Aplikasi

Wakil Bupati Simeulue Berang dengan Sikap Bupati

Wakil Bupati Simeulue Berang dengan Sikap Bupati
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue. Foto: Lintas Gayo

BANDA ACEH - Wakil Bupati Simeulue Afridawati berang dengan sikap Bupati, Erli Hasyim yang tidak pernah menghargainya sebagai orang nomor dua di Simeulue. Bahkan, selama tiga tahun menjadi Wabup Simeulue, Afridawati mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan, baik mutasi pejabat dan keputusan-keputusan penting lainnya.

"Saya hanya tahun pertama pernah dilibatkan, itu pun setelah ada keputusan (mutasi pejabat) baru disampaikan ke saya," kata Afridawati kepada AJNN, Sabtu (11/4).

Ia mengungkapkan hampir setahun lebih dirinya tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Erly Hasyim, sejak suaminya, Darmili ditahan karena kasus dugaan korupsi.

"Saya hanya dilibatkan ketika acara seremonial saja, selebihnya saya tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Dirinya mengaku tidak berencana untuk menyampaikan ke publik terkait kondisi yang sebenarnya terjadi antara dirinya denga Erly Hasyim.

"Padahal saya tidak berencana ingin menyampaikan ini ke publik, tapi karena kesabaran saya sudah habis," jelasnya.

Ketua PMI Simeulue ini juga ingin membantu masyarakat yang selama ini mengadu kepadanya. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang terjadi.

"Kepala dinas saja tidak berani ketika bertemu dengan saya, padahal saya ini wakil bupati," ungkapnya.

Padahal, ketika maju pada Pilkada Simeulue lalu, Afridawati mengaku sudah pernah menolak untuk maju bersama Erly Hasyim. Alasanya karena dirinya ingin beristirahat dan mendampingin suaminya yang juga mantan Bupati Simeulue itu.

"Saya sudah tolak dan tidak mau maju, sudah cukup saya menjadi Ketua PKK 10 tahun, tapi karena terus diajak dan dipaksa sehingga saya maju, tapi akhirnya kejadian seperti ini," ujarnya.

Konflik besar terjadi pada Kamis (9/11) di ruang kerja Erly Hasyim. Dimana Afridawati mengaku tidak mendapatkan perlakuan baik dari politisi PBB itu.

"Saya kesana dengan niat baik untuk mempertanyakan komitmen awal, tapi malah saya yang dibentak-bentak, saya lawan juga," ujarnya.

Ia mengaku masih mempunyai surat komitmen bersama ketika maju pada pilkada lalu. Namun dirinya enggan membagikan ketika diminta surat tersebut.

"Surat komitmen masih ada sama saya, kemarin ada saya nampain sama beberapa wartawan, tapi ini tidak bisa saya bagikan," ungkapnya.

Komentar

Loading...