Unduh Aplikasi

Wajah Islam di Masjid Oman

Wajah Islam di Masjid Oman
Ilustrasi: tech wire

TINDAKAN sekelompok orang yang membubarkan sebuah pengajian di Masjid Al Makmur, Lampriet, Banda Aceh, benar-benar keterlaluan. Mereka yang datang tidak hanya membubarkan pengajian. Mereka juga membuat keonaran dalam masjid dan menyebut warga yang mengikuti pengajian itu “sesat”.

Namun sayang, kepolisian seperti ragu bertindak. Personil kepolisian tidak mencegah masuk orang-orang yang tidak setuju dengan kajian itu. Padahal, beberapa jam sebelum pengajian itu dimulai, pesan berantai lewat media jejaring sosial beredar luas. Isinya memberitahukan tentang rencana massa yang akan masuk dan membubarkan pengajian tersebut.

Kejadian seperti ini bukan yang pertama. Beberapa waktu lalu, di sebuah masjid di kawasan Keutapang, Aceh Besar, massa menyerbu ke dalam masjid yang dianggap menggelar pengajian “sesat”. Penyerbu menganggap pengajian itu membawakan aliran wahabi yang mereka anggap tidak sejalan dengan aliran ahlusunnah wal jamaah.

Ada juga kasus-kasus perusakan masjid yang dianggap tidak sesuai dengan aliran satu kelompok di tempat masjid didirikan. Namun kasus-kasus itu tak pernah tuntas hingga ke meja pengadilan. Kepolisian “lebih senang” melupakan masalah seperti ini ketimbang menemukan akar masalah dan menuntaskannya.

Di luar Aceh, preseden ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Mudahnya orang yang mengklaim pihak lain sesat untuk bertindak kasar di dalam masjid merupakan sebuah tindakan tidak terpuji. Jika terus dibiarkan, Aceh akan diklaim sebagai daerah yang tidak toleran. Bukan terhadap agama lain, melainkan kepada sesama muslim.

Badan Kemakmuran Masjid Al Makmur membantah tuduhan itu. mereka menegaskan bahwa kitab yang dibahas adalah kitab Ibnu Katsir, ulama besar Ahlussunah Waljamaah, yang sejak usia 10 tahun telah hafal Alquran dan mengikuti mazhab Syafii. Klaim yang menyebut mereka sesat itu hanya fitnah.

Kasus penyerangan dan pembubaran paksa terhadap pengajian di Masjid Oman itu--nama lain masjid Al Makmur, Lampriet--harus diusut tuntas. Polisi tidak boleh gentar terhadap orang-orang yang membawa-bawa nama Islam tapi gagal menunjukkan sikap melindungi dan memberikan keselamatan kepada makhluk lain, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

Membiarkan kondisi ini terus berulang sama saja dengan menjerumuskan Aceh ke dalam konflik sesama muslim. Kepolisian tidak perlu menunggu laporan dari pengurus masjid untuk mengusut tuntas kejadian ini. Segala bukti dan saksi cukup untuk menjerat para penyerang. Jangan sampai kejadian ini dijadikan alat oleh oknum-oknum licik yang berhasrat ingin mengelola masjid ini dengan mengorbankan saudara-saudara seakidah.

Komentar

Loading...