Unduh Aplikasi

Wacana Legalkan Poligami, Pengamat Perempuan: Ini Keputusan Yang Egois

Wacana Legalkan Poligami, Pengamat Perempuan: Ini Keputusan Yang Egois
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Wacana Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk melegalkan poligami menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Aceh terutama kaum wanita. Apalagi wacana itu akan disusun dalam rancangan qanun hukum keluarga.

Pengamat atau aktivis perempuan, Syamsidar mengatakan, melegalkan praktek poligami itu sama dengan melegalkan praktik nikah siri yang sudah dilakukan oleh laki-laki selama ini, yang notabenenya eksekutif dan legeslatif. Dan bahkan menteri dalam negeri sendiri sudah memberikan peringatan kepada kepala daerah.

“Menurut saya ini keputusan yang egois, karena mengabaikan persoalan yang mendasar di masyarakat. Dan menurut saya ini hanya sensasi semata. Seandainya, jika di balik istri dibolehkan untuk poliandri, bagaiman perasaan laki-laki itu, begitu juga yang dirasakan perempuan kalau dipoligami,” ungkapnya.

Baca: DPR Aceh Sebut Legalisasi Poligami untuk Selamatkan Perempuan

Lanjutnya lagi, dan ini akan menguntungkan pihak tertentu, apalagi selama ini kebanyakan pejabat daerah dipecat gara-gara poligami. Dan juga, dapat dilihat di Negara lain, Maroko misalnya, di sana poligami hanya dibolehkan dilakukan di kantor pengadilan saja dengan disaksikan istri pertama dan anaknya.

“Kalau dilegalkan seperti ini, sama halnya izin istri tidak penting lagi. Dan poligami ini juga tidak tercantum dalam visi misi kepemerintahan,” ujarnya.

Harusnya kata Syamsidar, pemerintah menuntaskan dulu masalah-masalah yang ada seperti persoalan isbat nikah yang khusus diperuntukkan pasangan di massa konflik namun tidak berfungsi

Baca: Arabiyani: Perempuan Jangan Dikorbankan dan Dicederai Rasa Keadilannya dengan Qanun “Poligami”

“Jadi disini, jangan asal wacana-wacana saja, akan tetapi sebelum mengeluarkan wacana itu lakukan dulu penelitian akademisinya, apa dampak yang akan terjadi ke depan, jika suami asik sibuk kawin, maka istri dan anak di rumah tidak akan pernah terurus lagi, apalagi yang ekonominnya pas-pasan,” jelasnya.

Menurutnya, melegalkan poligami hanya mengutamakan syahwat pihak tertentu saja, sementara dampak yang akan terjadi ke depan penceraian meningkat, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan juga akan bertambah hingga tiga kali lipat.

“Jangan gunakan kewenangan seenaknya, tanpa memikirkan masyarakat banyak dan persoalan yang akan terjadi ke depan,” pungkasnya.

Komentar

Loading...