Unduh Aplikasi

Viral Video Amoral di Kafe Lhokseumawe, Mahasiswa Minta Pemko Harus Klarifikasi

Viral Video Amoral di Kafe Lhokseumawe, Mahasiswa Minta Pemko Harus Klarifikasi
Mahasiswa gelar konferensi pers di QBO Coffe Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasee melakukan konferensi pers terkait beredarnya video amoral pada acara live musik salah satu kafe ternama di Kota Lhokseumawe, Kamis (3/12).

“Wali Kota Lhokseumawe sudah mengimbau kalau setiap pergantian tahun baru dilarang hura-hura dan bersukaria. Namun pada 30 Desember 2019 lalu, ada salah satu kafe yang sudah melanggar syariat Islam,” kata Presiden Mahasiswa IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Edi Muzammir.

Ia mengatakan dalam Qanun Aceh nomor 11 tahun 2002 menjelaskan kalau kejadian itu sama seperti penghinaan agama Islam. Dimana live musik yang berlebihan dengan pakaian tidak sesuai syariat Islam disertai goyang tersebut sudah menghina syariat islam.

“Apalagi di Lhokseumawe otoritas agama Islam, terkait video viral itu kami meminta harus sesegera mungkin diklarifikasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), Riski Rahmatullah Sinabung menyebutkan, pihaknya meminta Pemko Lhokseumawe untuk lebih mengimplimentasikan qanun atau undang-undang terkait syariat Islam.

“Jadi setelah beredarnya video itu, ada rekan kami mendatangi kafe tersebut untuk minum, namun ada perbuatan yang kurang menyenangkan oleh oknum di kafe,” ujarnya.

Menurutnya kasus yang menimpa rekannya itu sudah melanggar Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang pelayanan konsumen. Dimana UU tersebut menyebutkan, konsumen mendapatkan haknya, kemanan kenyamanan dan keselamatan.

“Kami tekankan Pemko Lhokseumawe, menindak lanjuti hal itu sesegera mungkin, apabila tidak, maka kami akan melakukan aksi massa di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe,” tegasnya.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Kota Lhokseumawe, Reza Riski menyebutkan, aksi bar-bar tersebut menjadi pendidikan yang tidak baik bagi generasi milenial ke depan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe harus ada regulasi yang mengatur bagaimana standarisasi kafe atau warung kopi, sehingga bisa bersinergi dengan syariat Islam,” imbuhnya.

Komentar

Loading...