Unduh Aplikasi

Vaksinasi untuk Pewarta

Vaksinasi untuk Pewarta
Foto: Ist

Pemerintah perlu mempertimbangkan usulan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia, Teguh Santosa, terkait vaksinasi Covid-19. Teguh berharap kalangan wartawan masuk ke dalam kelompok pertama penerima vaksin corona. 

Seperti anggota kepolisian, militer, dan petugas pelayanan publik, wartawan juga bekerja dengan risiko yang relatif sama. Dalam bekerja, wartawan terjun ke lapangan dan menemui banyak kalangan. 

Teguh berharap pemerintah mempertimbangkan hal ini dan memasukkan profesi wartawan ke dalam petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga wartawan atau jurnalis dapat menerima vaksin pada periode Januari sampai April 2021. 

Tentu saja ini bukan meminta diistimewakan. Permintaan ini sangat logis mengingat risiko pekerjaan yang dilakukan wartawan dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat. Dalam sejumlah kegiatan, tak jarang wartawan bekerja di tengah kerumunan dan posisi mereka sangat rentan tertular Covid-19. 

Lihat saja proses peliputan dalam pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu. Atau saat meliput para tersangka korupsi yang tengah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Kerumunan wartawan tak bisa dihindarkan. Kalau bisa memilih, tentu mereka akan mencari cara agar tidak tertular virus yang tidak memandang profesi ini dengan bekerja dari rumah. 

Namun pekerjaan ini tetap membutuhkan interaksi dengan banyak orang. Banyak berita yang tak bisa didapat hanya dengan menghubungi nomor telepon. Artinya, profesi ini, profesi ini tetap bekerja melayani publik dengan menghadirkan berita-berita yang dibutuhkan oleh khalayak ramai. 

Mereka juga bekerja sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Terdorong oleh rasa tanggung jawab memberitakan sebuah peristiwa, sulit rasanya menghindarkan wartawan dalam jumlah banyak untuk tidak berkumpul di satu tempat.

Komentar

Loading...