Unduh Aplikasi

Vaksi Polio, Dinkes Aceh Barat akan Razia Rumah Warga

Vaksi Polio, Dinkes Aceh Barat akan Razia Rumah Warga
Istri Bupati Aceh Barat, Herliyani, saat memberikan vaksin polio pada salah seorang balita. Foto: Darmansyah Muda
ACEH BARAT - Dinas Kesehatan Aceh Barat akan melakukan razia kerumah-rumah masyarakat untuk memberikan imunisasi polio bagi balita yang berusia 0-59 bulan yang belum pernah mendapatkan vaksin polio.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Zafril Luthfy mengatakan, razia dilakukan untuk memastikan semua balita di Kabupaten Aceh Barat sudah mendapatkan imunisasi polio.

"Razia ini kami lakukan agar semua balita di Aceh Barat yang belum mendapatkan vaksin polio kami berikan. Saat ini banyak warga yang takut memberikan vaksin polio untuk anaknya karena khawatir setelah ditetes polio menjadi demam padahal tidak ada,”kata Zafril usai peluncuran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilaksanakan di Pasie Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat, Selasa (8/2).

Zafril juga menyebutkan, banyaknya orang tua yang tak mau memberikan imunisasi vaksin polio bagi anak, karena beredar isu haram karena vaksin itu disebut-sebut mengandung enzim babi.

"Tidak benar isu ada enzim babi, isu bohong itu," jelasnya.

Untuk pelaksanaan PIN di Aceh Barat, kata Zafril, akan digelar sejak 8 Maret hingga 15 maret 2016, dengan meyentuh sebanyak 14.377 balita dan ditangani sebanyak 751 tenaga kesehatan dengan membuka 373 pos PIN.

"Di Aceh Barat, ada 33 Desa Resiko Tinggi (Resti) yang dipengaruhi geografis baik alam, cuaca maupun budaya. Untuk anggaran PIN bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masuk dalam Daftar Pengguna Anggaran (DPA ) mendahului perubahan Dinkes Aceh Barat 2016,”ungkapnya.

Dirinya menargetkan, pencapaian cakupan PIN yang dilaksanakan pada tahun ini mencapai 95 persen, dengan melibatkan semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan SDM tenaga kesehatan.

"Pemberian tetes vaksin polio sangat penting, karena virus polio merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang sistem saraf sehingga penderitanya bisa mengalami kelumpuhan. Penyakit ini rentan menyerang anak usia 0-3 tahun," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Teuku Alaidinsyah mengatakan, untuk menyukseskan PIN itu, pemkab sudah mengeluarkan surat edaran kepada para kepala desa untuk mengeluarkan himbauan melalui masjid atau meunasah agar warga yang memiliki balita membawa anaknya ke Pos PIN.

Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan pemberian vaksin polio kepada balita. Apalagi, isu yang mengatakan haram memberikan vaksi kepada balita sudah dibantah oleh ulama baik MUI secara nasional maupun oleh MPU di Aceh.

"Kami berharap masyarakat mengambil peran dalam memberikan imunisasi polio kepada balita, tanpa ada rasa khawatir," harap Alaidinsyah.

Komentar

Loading...