Unduh Aplikasi

USK Siap Gelar Konferensi Internasional AIC 2021 pada September Mendatang

USK Siap Gelar Konferensi Internasional AIC 2021 pada September Mendatang
Foto: IST.

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh siap menggelar konferensi Internasional yang akan berlangsung pada bulan September 2021 mendatang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech, dalam keterangan pers kepada AJNN, Minggu (11/7/2021) menyebutkan kalau kegiatan konferensi yang bernama Annual International Conference (AIC) ke-11 ini merupakan kegiatan tahunan dari USK.

Prof Taufik secara rinci menjelaskan bahwa konferensi Internasional ini rencananya akan diselenggarakan atau berlangsung selama dua hari, dari tanggal 29 sampai 30 September 2021, secara virtual dengan memakai platform Zoom.

Lebih lanjut Prof Taufik menjelaskan bahwa AIC ke-11 tahun 2021 ini merupakan forum akademik bagi para peneliti untuk dapat saling berbagi tentang hasil riset dan inovasi terkini yang mereka lakukan. 

Adapun keynote dan invited speaker yang dihadirkan pada AIC kali ini adalah pakar di bidangnya masing-masing, mereka berasal dari berbagai belahan dunia.

"AIC ke-11 tahun 2021 ini akan menghadirkan keynote dan invited speaker dari berbagai belahan dunia, dan tentunya juga para peserta yang mengikuti konferensi ini juga dari berbagai negara," ujar Prof Taufik.

"Mereka akan berbagi dan berdiskusi tentang hasil penelitian, pengembangan, dan inovasi terkini mereka," kata Prof Taufik menambahkan.

Lebih lanjut, Prof Taufik juga mengatakan kalau dirinya mempunyai keyakinan akan adanya sejumlah manfaat dari konferensi AIC ini di dunia akademik.  

“Saya yakin AIC 2021 akan menjadi forum akademik yang menarik dan berkualitas, untuk mewujudkan reputasi akademik para peserta," ujarnya.

Sementara itu, Ketua konferensi AIC 2021, Dr. Iskandar Abdul Samad, S.Pd., MA dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa tema yang diangkat di konferensi tahun ini, sangat sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Dr Iskandar Samad, para peneliti dari berbagai negara di dunia ini nantinya akan berdiskusi dengan berfokus pada hasil riset dan inovasi di era revolusi industry 4.0.

”Tema AIC tahun ini adalah "Memperkuat diseminasi hasil penelitian dan inovasi, dalam mengembangkan transfer ilmu pengetahuan di era revolusi industry 4.0". Jadi, tema ini sangat sesuai dengan perkembangan zaman now," ujar pria yang menyelesaikan S3-nya di University of New England (UNE), NSW, Australia.

Menurut Dr Iskandar, jika dilihat dari tema tersebut, dapat dipastikan bahwa para keynote dan invited speakers serta para peserta dari berbagai negara akan membahas tentang isu terkini di bidang kepakarannya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman 4.0.

Pria yang saat ini menjabat Koordinator Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP-USK ini juga mengatakan bahwa konferensi AIC kali tahun ini juga memberi peluang kepada para peneliti di berbagai bidang kepakaran untuk mempublikasikan semua karya ilmiahnya pada prosiding dan jurnal bereputasi kerjasama.

“AIC memberi peluang besar kepada para peneliti di bidang Social Sciences & Engineering; Environmental and Life Sciences; dan Social Sciences. Publikasi prosiding dan jurnal kerjasama terindex Scopus, WoS dan Sinta 2," tutur Iskandar.

Terakhir Dr Iskandar Samad yang juga panitia AIC secara khusus mengundang para peneliti dan akademisi untuk dapat mempresentasikan hasil penelitian dan inovasinya di forum diskusi akademik yang menarik dan berkualitas ini.

Komentar

Loading...