Unduh Aplikasi

Usai Video Call dengan Anggota DPR RI, Mahasiswa Unjuk Rasa di Langsa Bubar

Usai Video Call dengan Anggota DPR RI, Mahasiswa Unjuk Rasa di Langsa Bubar
Wakil Ketua DPRK Langsa dari partai Demokrat, Joni (kanan) menerima petisi penolakan UU cipta kerja yang diserahkan oleh mahsiswa. Foto : Ist.

LANGSA - Puluhan mahasiswa Unsam Langsa melakukan audiensi dengan sejumlah anggota dewan di gedung DPRK Langsa, Jum'at (9/10) membahas tindak lanjut aksi unjuk rasa kemarin Kamis (8/10) yang dinilai belum ada kepuasan karena salah satu tuntutan mereka ingin berbicara langsung dengan anggota DPR RI belum terfasilitasi hingga tadi malam.

Dalam audiensi tadi, mahasiswa akhirnya lega bisa difasilitasi berbicara langsung lewat video call dengan salah seorang anggota DPR RI yaitu Muslim.

Setelah berbincang dengan anggota DPR RI Muslim yang difasilitasi anggota DPRK Langsa, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri.

"Alhamdulillah, adik-adik dari mahasiswa-mahasiswi Unsam dapat menerima difasilitasi dengan mengadakan zoom meeting dengan pak Muslim Saleh DPR RI," kata Wakil Ketua DPRK Langsa, Joni.

Video call dalam bentuk zoom meeting antara mahasiswa dengan Muslim DPR RI, kata Joni, ikut disaksikan oleh Wali Kota, Kapolres dan Dandim 0104 Atim di ruang sidang DPRK Langsa.

"Semua berakhir indah dan damai. Semoga seluruh adik-adik mahasiswa tersebut kelak menjadi orang yang sukses dikemudian hari setelah menjadi sarjana nantinya," harap Joni, politisi partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, seribuan mahasiswa melakukan unjuk rasa ke gedung DPRK Langsa menolak UU Omnibuslaw cipta kerja, Kamis (8/10).

Para mahasiswa itu awalnya berkumpul di lapangan Merdeka Kota Langsa, kamudian bergerak berjalan kaki menyusuri jalan menuju Tugu Pase, pusat kota.

Setelah melakukan orasi beberapa menit di Tugu Pase, para mahasiswa kemudian menuju ke gedung DPRK Langsa. Tiba digedung DPRK, para mahasiswa disambut oleh sejumlah anggota dewan.

Dalam petisi, para mahasiswa menuntut sejumlah tuntutan kepada anggota dewan Langsa. Tuntutan mereka diantaranya, DPRK Langsa harus menolak secara tegas UU cipta karya, dewan Langsa harus mengirim surat penolakan UU cipta karya ke Presiden, dewan Langsa diminta memfasilitasi mereka (mahasiswa) berbicara langsung dengan anggota DPR RI lewat video call.

Petisi tersebut diminta tanda tangani oleh pimpinan DPRK Langsa lalu diteruskan ke DPR RI.

Tuntutan tentang memfasiltasi mahasiswa berbicara langsung dengan anggota DPR RI tidak membuahkan hasil pada kemarin, sehingga aksi damai dilanjutkan hari ini dan hari ini anggota DPRK Langsa berhasil memfasilitasi mahasiswa untuk berbicara langsung dengan anggota DPR RI. 

Komentar

Loading...