Unduh Aplikasi

Usai Sidak, Disiplin Berlalu

Usai Sidak, Disiplin Berlalu
Ilustrasi: ConversionXL

HARI ini, aktivitas di kantor-kantor pemerintahan kembali normal. Para pegawainya mulai bertugas kembali setelah menikmati cuti panjang Idul Fitri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum masuk kantor pertama setelah liburan panjang atau cuti bersama adalah saat-saat yang penting.

Biasanya, hari ini para kepala daerah dan pejabat teras di pemerintahan, baik itu di tingkat provinsi atau yang lebih rendah, akan melakukan pemeriksaan dan mengecek secara langsung kehadiran para pegawai negeri. Mereka yang tidak hadir hari ini, akan mendapatkan sanksi. Dari pemotongan gaji hingga penundaan kenaikan pangkat.

Tapi hendaknya kepala daerah tak menjadikan hari ini hanya sebagai momentum agar dianggap berdisiplin dan tegas kepada para pegawai negeri di jajarannya. Karena seperti meminta maaf, disiplin dua hukuman itu sepertinya masih dapat diotak-atik. Berbeda dengan bekerja di perusahaan-perusahaan swasta.

Kepala daerah juga perlu memastikan jajaran di bawahnya bekerja dengan baik. Sesuai waktu kerja dan menjamin tidak ada satupun layanan publik terabaikan. Hal ini tidak cukup hanya dengan inspeksi atau absensi. Karena disiplin tak sekadar urusan sidik jari. Pegawai yang membandel, terutama yang tak bekerja berhari-hari di luar aturan, seharusnya dapat diberikan sanksi tegas seperti pemecatan.

Hal ini harus segera dilakukan karena pelayanan publik selama ini, di Aceh, masih belum memuaskan. Masih banyak instansi yang tidak bekerja sesuai harapan masyarakat. Sebagian dari mereka juga masih suka memungut “uang kopi” atau “uang rokok” atas kerja yang mereka lakukan meski setiap bulan tak pernah terlambat menerima gaji dan tunjangan. Merasa berhak berlaku sesuka hati, arogan dan ogah dikritik.

Tentu saja tak bisa diharapkan mereka berubah dengan sendirinya. Harus ada kontrol dari kepala daerah. Dengan dorongan pimpinan daerah, tak akan lagi dijumpai pegawai yang bermental penguasa. Birokrasi pun dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Semua Ini memerlukan perubahan pola pikir dan upaya mendorong budaya kerja di kantor-kantor pemerintahan. Karena itu, publik berharap pemeriksaan ini juga disertai dengan pemberian sanksi bagi pelanggarnya. Sidak jangan sekadar digunakan sebagai pencitraan kepala daerah saja, Setelah sidak berlalu, usai pula cerita tentang disiplin.

Komentar

Loading...