Unduh Aplikasi

Usai Sidak Bupati Aceh Jaya, Dua Galian C Ilegal Dihentikan

Usai Sidak Bupati Aceh Jaya, Dua Galian C Ilegal Dihentikan
Bupati Aceh Jaya Irfan TB bersama tim gabungan menghentikan aktifitas galian ilegal. Foto: Ist

ACEH JAYA - Dari empat lokasi yang di Inspeksi Mendadak (SIDAK) oleh Tim gabungan yang terdiri Bupati Aceh Jaya bersama Ketua DPRK serta personil gabungan dari pihak TNI/Polri dan satpol PP menemukan dua lokasi yang belum mengantongi izin sama sekali.

Keempat lokasi itu berada di Kecamatan Setia Bakti, tiga lokasi di Gampong Lhok Geulumpang dan satu lokasi lagi di Gampong Baroe Sayeung.

"Ada empat lokasi yang kami datangi (sidak) kemarin, dua diantaranya belum ada izin sama sekali," kata Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB kepada AJNN, Jumat (6/12).

Irfan menjelaskan jika dua lokasi galian C pengambilan batu gajah yang belum mengantongi izin itu terdapat di Gampong Lhok Geulumpang dan Gampong Baroe Sayeung.

"Kami minta tim untuk terus mengawasi setiap ada laporan pembukaan lokasi galian c tanpa izin," ujar Irfan TB.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada para pemilik galian c yang sudah memiliki izin agar tetap harus merawat dan menjaga jalan perkebunan yang digunakan untuk mengangkut material batu gajah.

Baca: Bupati Aceh Jaya Sidak Galian C Ilegal

"Jadi jalan itu juga dimanfaatkan oleh masyarakat, harus dirawat, karena kasihan masyarakat mengeluh jalan yang rusak sehingga mereka terhambat mengeluarkan hasil perkebunannya," pinta Irfan.

Sementara itu, Kapolsek Setia Bakti Iptu Sabri mengatakan jika pihaknya juga akan memanggil pihak pengelola galian C di wilayah hukum kecamatan Setia Bakti untuk dimintai keterangan terkait perizinan.

"Nanti kami tanyai bagaimana, apakah diberi izin atau tidak, kalau tidak maka tidak boleh ada aktifitas lagi, apalagi ini juga lokasi wisata, masyarakat pun juga komplin datang ke Polsek," kata Iptu Sabri.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk sementara akan dihentikan dulu pengambilan batu gajah tersebut terhadap galian c yang belum mengantongi izin.

"Ini akan kami pantau terus nantinya, kalau mereka kembali akan kami larang sebelum mereka memiliki izin," pungkas Iptu Sabri.

 

Komentar

Loading...