Unduh Aplikasi

Tak Ditangani RSIA, Bayi dan Ibu Meninggal Dunia

Tak Ditangani RSIA, Bayi dan Ibu Meninggal Dunia
Foto: Viva
BANDA ACEH - Suryani (38), warga Gampong Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar bersama bayinya meninggal usai proses persalinan. Menurut pihak keluarga, musibah itu terjadi akibat kelalaian pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh.

Suryani dan bayinya dimakamkan dalam satu liang lahat di perkuburan, Gampong Lambatee, Aceh Besar. Jenazah Suryani terlebih dahulu dimasukkan kedalam liang lahat, dan kemudian bayinya diletakkan disamping kanannya.

Suami almarhumah Suryani, Muslim Puteh (47) menceritakan, usai salat subuh, Senin (28/3), dirinya bersama almarhumah istrinya berangkat ke RSIA.

Saat itu, kata Muslim, istrinya mengatakan, kalau dirinya akan melahirkan. "Almarhumah meminta kepada saya agar membawa ke RSIA. Saya dan istri pergi sekitar pukul 06.00 WIB," kata Muslim, Selasa (29/3).

Usai tiba di rumah sakit, ujar Muslim, perawat memasukkan istrinya ke dalam kamar untuk dirawat. "Sekitar pukul 08.00 WIB, terjadi pergantian perawat yang jaga malam dan jaga pagi. Waktu pergantian perawat ini saya masih bisa ngobrol dengan istri saya," ujarnya.

Sudah sekian lama menunggu, jelas Muslim, sekitar 11.00 WIB, dirinya mendatangi petugas perawatan, dan menanyakan terkait proses persalinan istrinya.  "Tapi perawat meminta saya bersabar, dan dikatakan dokter sedang dihubungi dan belum bisa datang," imbunya. "Hingga sore hari, istri saya sudah tidak sanggup tahan dan meminta kepada saya untuk dilakukan dioperasi."

Karena tak sanggup melihat istrinya kesakitan, Muslim kembali mendatangi petugas rawat, dan meminta segera dilakukan tindakan operasi. Tapi perawat kembali mengatakan dokter belum datang juga. Kemudian, kata Muslim, dirinya dan keluarga bersepakat untuk merujuk istrinya ke rumah sakit lain.

"Sekitar pukul 19.00 WIB, saya ingin mengeluarkan istri dari rumah sakit dan pindah ke rumah sakit lain, tapi kami dihalang-halangi oleh perawat. Sampai-sampai ada satpam yang mengusir sebagian keluarga saya dari ruangan," jelasnya lagi.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Muslim mengaku kembali didatangi perawat, untuk diberikan surat rujukan agar istrinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Namun, saat dibawa, lanjutnya, istrinya sudah kesakitan, dan antara sadar dan tidak sadar. "Saya tiba di Zainal Abidin sekitar pukul 23. 30 WIB. Setelah semua selesai bagian administrasi. Kemudian dokter langsung membawa istri saya untuk dilakukan operasi. Operasi sudah tengah malam," jelasnya.

Usai operasi, Muslim menambahkan, dirinya dipanggil oleh dokter sambil mengatakan operasi bisa selesai sampai pukul 04.00 WIB pagi. "Operasi selesai Selasa (29/3) pagi, istri saya kemudian di bawa ke kamar perawatan, tapi tiba-tiba keluar air dari telinga dan hidung, istri saya sempat ditangani sebentar, tapi semua kembali sama yang diatas, istri saya bersama anak saya meninggal dunia," jelas Muslim dengan wajah yang sedih.

Untuk itu, Muslim mengaku akan menuntut pihak RSIA atas pelayanan terhadap almarhumah istrinya. "Saya sudah melaporkan kasus kelalain ini ke Polresta Banda Aceh, saya ingin peristiwa seperti ini jangan terulang lagi, sudah cukup anak dan istrinya saya yang menjadi korban," tambahnya. "Tujuan saya melaporkan ini bukan semata-mata karena istri dan anak saya, tapi agar peristiwa ini tidak terulang kepada orang lain."

Hingga saat ini, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari pihak manajemen RSIA terkait adanya kelalaian tersebut.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...