Unduh Aplikasi

Usai Kuliah Umum, Sofyan Djalil Didemo Mahasiswa Unimal

Usai Kuliah Umum, Sofyan Djalil Didemo Mahasiswa Unimal
Aksi mahasiswa di depan gedung ACC Unimal. Sarina

LHOKSEUMAWE – Sejumlah mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Komite Dewan Kampus-Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (Kdk-Smur) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung ACC Universitas Malikussaleh, Jumat (1/3).

Amatan AJNN, aksi tersebut dilakukan tepatnya ketika Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, usai mengisi materi Kuliah Umum di gedung ACC Unimal tersebut. Kemudian mahasiswa memegang sejumlah atribut bertuliskan selesaikan konflik Agraria dan berdiri di pinggir mobil Sofyan Djalil yang sedang melaju keluar gedung.

Koordinator Lapangan, Nanda Rizki mengatakan, pihaknya sangat menyambut positif kehadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil ke kampus tersebut. Namun, dalam hal ini pihaknya juga ingin meminta kepada menteri supaya menyelesaikan konflik Agraria yang ada di Aceh.

“Kita meminta kepada Menteri ATR/ BPN RI untuk tidak hanya berkunjung ke Aceh sebagai event semata melainkan harus peka terhadap kondisi ketimpangan penguasaan lahan di Aceh,”ungkapnya.

Dalam hal ini sambungnya, Menteri secepatnya membentuk tim penyelesaian terhadap konflik Agraria terutama terhadap lima konflik lahan yang sangat urgen yaitu konflik lahan perkampungan masyarakat Desa Sungai Iyu Aceh Tamiang yang berkonflik dengan PT. Rapala.

Konflik lahan masyarakat empat desa (Desa Paya Rahat, Teuku Tinggi, Tanjung Lipat I dan Desa Tanjung Lipat II) Aceh Tamiang dengan PT. Rapala, konflik lahan masyarakat Krueng Simpo Bireun dengan PT. Syaukath Sejahtera, konflik lahan masyarakat Desa Cot Mee Nagan Raya dengan PT. Fajar Baizury, dan konflik lahan masyarakat Babahrot Aceh Barat Daya dengan PT. Dua Perkasa Lestari

“Segara mungkin untuk berupaya penghentian kriminalisasi terhadap 23 orang Masyarakat Desa Perkebunan Sungai Iyu Aceh Tamiang yang saat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Aceh Tamiang atas laporan PT. Rapala akibat memperjuangkan tempat tinggalnya. Serta Segera mungkin melakukan upaya pemerataan penguasaan lahan yang berkeadilan melalui redistribusi lahan kepada masyarakat agar lahan di Aceh tidak terus menerus dikuasai oleh satu orang dalam skala yang besar,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut, Rektor Unimal, Herman Fithtra menyebutkan, kalau dalam hal ini ada kesalahpahaman dan berniat memprovokasi mahasiswa, dan semuanya sudah selesai dengan baik.

“Tidak ada desas desus yang serius, hanya saja ada yang memanaskan situasi dan memprovokasi mahasiswa saja,” pungkas Herman.

Komentar

Loading...