Unduh Aplikasi

Usai Hagia Sophia, Turki Ubah Bekas Gereja Lainnya Jadi Masjid Lagi

Usai Hagia Sophia, Turki Ubah Bekas Gereja Lainnya Jadi Masjid Lagi
Polisi Turki berdiri di atap Museum Kariye atau Gereja Chora, saat kunjungan Pangeran Charles dan Camilla Duchess of Cornwall ke Istanbul, Turki, pada 28 November 2007.(REUTERS/FATIH SARIBAS)

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan Museum Kariye yang merupakan bekas gereja untuk menjadi masjid lagi.

Perintah itu dikeluarkan Erdogan pada Jumat (21/8/2020), untuk mengubah sebuah gereja Ortodoks kuno yang dulu pernah jadi masjid kemudian beralih fungsi jadi museum terkenal di istanbul, untuk menjadi masjid lagi.

Keputusan untuk mengubah Museum Kariye menjadi masjid dilakukan hanya sebulan setelah konversi kontroversial Hagia Sophia yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Usai Shalat Idul Adha di Masjid Hagia Sophia Bangunan berusia 1.000 tahun itu sejarahnya sangat mirip dengan Hagia Sophia.

Keduanya juga lokasinya berdekatan di sisi Eropa Istanbul. Saat menjadi gereja bangunan itu dikenal dengan nama The Holy Saviour atau Gereja Chora.

Gereja itu dibangun di era Kekaisaran Bizantium pada abad pertengahan, yang dihiasi dengan lukisan Hari Penghakiman yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi pemeluk agama Kristen.

Gereja itu sempat diubah jadi Masjid Kariye setelah penaklukan Konstantinopel pada 1453 oleh Turki Ottoman.

Kemudian bangunan itu jadi Museum Kariye setelah Perang Dunia II, saat Turki mendorong terciptanya republik baru yang lebih sekuler dari bekas Kekaisaran Ottoman.

Sekelompok sejarawan seni Amerika Serikat (AS) lalu membantu memulihkan mozaik gereja asli dan membukanya untuk umum pada 1958.

Pengadilan administrasi tertinggi Turki telah menyetujui konversi Museum Kariye menjadi masjid pada November.

Reporter AFP yang mengunjungi situs itu tak lama setelah keputusan Erdogan diumumkan mengatakan, museum tetap buka untuk pengunjung. Itu berbeda dengan Hagia Sophia yang ditutup untuk konversi.

Hagia Sophia menggelar ibadah shalat Jumat pertamanya dalam 86 tahun pada 24 Juli, usai statusnya diubah dari museum ke masjid oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 10 Juli.

Perubahan status ini telah memicu kritik tajam dari para pemimpin gereja, yang mengatakan konversi ke masjid berisiko memperdalam perpecahan agama.

Namun Turki meyakinkan situs bersejarah ini tetap terbuka untuk umum, dan ornamen Kristianinya tetap dilindungi.

Komentar

Loading...