Unduh Aplikasi

Usai Granat Terbit Fitnah

Usai Granat Terbit Fitnah
Ilustrasi: RenderHub

BERUNTUNG tak ada korban jiwa saat sebuah granat meledak di depan rumah Ahmad Yani, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, dini hari kemarin. Namun tetap saja teror itu menyisakan rasa takut sehebat apapun sosok yang mengalaminya. 

Karena itu, kepolisian harus segera mengusut dan menangkap pelaku pelemparan granat serta mengungkap motif di balik teror tersebut. Apalagi, tak banyak kelompok yang memiliki granat dalam brankas organisasinya. Pengungkapan ini juga penting untuk menghilangkan fitnah dan membangun kepercayaan diri publik di tanah mereka sendiri. 

Ahmad Yani adalah sosok yang dikenal kritis. Politikus Partai Gerindra ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, agama, tenaga kerja dan sosial kemasyarakatan, kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak, pemberdayaan perempuan pemuda dan olahraga, pelaksanaan syariat Islam dan pemberdayaan dayah, adat istiadat dan kebudayaan dan pariwisata.

Sepak terjangnya cukup dikenal. Dia adalah sosok yang vokal mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Dia seperti tak peduli bahwa sosok yang dikritiknya adalah Ramli MS-Banta Puteh Syam. Keduanya diusung oleh Partai Aceh dan Gerindra pada Pilkada Aceh Barat 2017.

Ahmad Yani mengkritik Bupati Ramli MS. Dia menyebut Ramli, “kekanak-kanakan,” saat memutasi istrinya, Nurchamisah. Selama ini istrinya bertugas di Desa Peuleukung, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat. Namun, beberapa waktu lalu dimutasi ke Puskesmas Meutulang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.

Mutasi ini diduga akibat kritik Ahmad Yani terhadap pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh. Ahmad Yani tercatat sebagai anggota panitia khusus (pansus) Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Ahmad Yani dan koleganya mengungkap sejumlah permasalahan di rumah sakit itu. Mulai dari kasus salah suntik, rumah sakit turun kelas, pemberhentian tenaga kontrak dan beberapa permasalahan lainnya.

Ahmad Yani juga sangat kritis terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim Polres Aceh Barat di Hotel Meuligoe, Meulaboh. Sudah hampir setahun, kasus tersebut dinilainya jalan di tempat.

Tentu tak ada orang yang mau melemparkan granat hanya untuk bercanda. Granat ini adalah teror agar Ahmad Yani takut. Terkait kasus apa, di situlah kepolisian harus berperan mengungkapkan. Jangan sampai tak ada orang yang berani bersikap kritis di Aceh Barat karena kritik harus berhadapan dengan kekerasan, entah itu penganiayaan atau pelemparan granat.

Komentar

Loading...