Unduh Aplikasi

Usai Diamputasi, Pemilik Bom di LP Lhokseumawe Diperiksa Polisi

Usai Diamputasi, Pemilik Bom di LP Lhokseumawe Diperiksa Polisi
Dinding LP Lhokseumawe yang bolong akibat ledakan bom. Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Kepolisian Resor Lhokseumawe memeriksa tersangka Fauzi, narapidana narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lhokseumawe. Fauzi diduga meledakkan bom “makan tuan” untuk kabur dari penjara itu.

Akibat ledakan itu, kedua ruas tangan Fauzi diamputasi di Rumah Sakit Kasih Ibu Lhokseumawe. Dan ini kondisi Fauzi berangsur membaik.

“Saat ini dia sudah bisa diajak berkomunikasi dan kami langsung memeriksanya di rumah sakit tempat dia menjalani perawatan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe Ajun Komisaris Polisi Yasir, Kamis (3/11).

Hingga saat ini, kepolisian, kata Yasir, terus mengembangkan kasus tersebut. Termasuk meminta keterangan ahli bahan peledak agar mengetahui rangkaian bom tersebut.

"Pihak kita bersama Tim Labfor, Tim Ahli dari Medan akan terus melakukan pengembangan serta pemeriksaan terhadap tersangka dan juga saksi- saksi lainnya, " terang Yasir.

Sementara terkait salah seorang tersangka dengan inisial J, yang sebelumnya dimasukkan dalam sebagai daftar pencarian orang, telah menyerahkan diri dengan mendatangi Mapolres Lhokseumawe bersama pengacaranya, Sabtu pekan lalu.

Dari keterangan J, saat di periksa dia mengaku hanya mengawani tersangka A ke Lapas Lhokseumawe. "Waktu itu si J, ditelepon oleh A dan diajak si A ke Lapas untuk menemaninya. Nah si J ikut mengawani A tanpa tahu ada aksi seperti ini di Lapas,” kata Yasir.

Komentar

Loading...