Unduh Aplikasi

Usai Cekcok dengan Pemilik Kebun, Kontraktor di Pijay Diamankan Polisi

Usai Cekcok dengan Pemilik Kebun, Kontraktor di Pijay Diamankan Polisi
Senjata api milik kontraktor yang diamankan polisi. Foto: Dok Polsek Mereudu

PIDIE JAYA - Seorang kontraktor pelaksana proyek pembangunan pagar Sekolah Luar Biasa (SLB) di Gampong Rungkom, Kecamatan Mereudu, Pidie Jaya, berinisial IS (33) warga Gampong Dayah Timu, kecamatan setempat, diamankan oleh tim Opsnal Res/Intel Polsek Meureudu. IS diamankan sesetalah cek-cok dengan seorang pemilik kebun tepat di samping SLB tersebut.

Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kapolsek Meureudu AKP Aditia Kusuma kepada AJNN, Senin (25/6) mengatakan, penangkapan IS yang berprofesi sebagai kontraktor pelaksana CV Rezeki Ateuh Hamba yang mengerjakan pembangunan pagar SLB itu setelah mendapat laporan dari Suryani (44), warga Gampong Hagu Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Dikatakan, Minggu (24/6) Suryani melaporkan IS ke Polsek Meureudu setelah terjadi adu mulut di lokasi proyek tersebut.

"Suryani protes karena bangunan pagar SLB tersebut telah masuk atau lebih batas kedalam tanah kebun miliknya, lalu cek cok mulut tidak terelakkan," kata AKP Aditia.

Dijelaskannya, saat terjadi cek-cok, Suryani lantas mengacungkan parang kepada IS. Sementara itu, IS tidak mau kalah dan memperlihatkan senjata air soft gun jenis FN kepada Suryani.

"Merasa lawan tak seimbang, Suryani melapor ke Mapolsek Meureudu. Dari tangan IS, polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata air soft gun dan satu buah buku kepemilikan unit replika air soft gun dari Perbakin dengan nomor registrasi 041016.17314.GSSC," sebutnya.

Kapolsek Mereudu menambahkan, karena yang bersangkutan memiliki izin mengunakan air soft gun, dan IS diancam dengan pasal 368 tentang pengancaman, penahanan tidak dilakukan terhadap IS. Namun lanjutnya, tidak dilakukan penahanan bukan berarti kasus tersebut telah selesai.

"Karena dia (IS) memiliki izin mengunakan senjata tersebut, dan dia diancam dengan pasal 368, terhadap dia tidak dilakukan penahanan, karena pasal 368 itu ancamannya sembilan bulan penjara. Walaupun dia tidak dilakukan penahanan, tapi kasus ini belum selesai, kami akan tuntaskan kasus ini," tegas AKP Aditia.

Lanjutnya, terkait batas lahan SLB dangan lahan Suryani, polisi akan menelusuri ke Dinas Pendidikan Pidie Jaya.

"Sekarang bukan masalah air soft gun. Tetapi masalah pengancaman dan batas kebun, terkait batas kebun, kita akan minta datanya pada Dinas Pendidikan," jelas Kapolsek Meureudu.

Komentar

Loading...