Unduh Aplikasi

Usai Bertakziah ke Rumah Ketua Masyarakat Pidie di Pantonlabu, Zaini Abdullah Diteror Joni

Usai Bertakziah ke Rumah Ketua Masyarakat Pidie di Pantonlabu, Zaini Abdullah Diteror Joni
Gubernur Aceh Zaini Abdullah bertakziah ke rumah Abdul Gani (Allahuyarham), Ketua Masyarakat Pidie di Pantonlabu

ACEH UTARA - Sebuah insiden memalukan terjadi usai Zaini Abdullah, Gubernur Aceh, melayat ke rumah Abdul Gani (Allahuyarham), Ketua Masyarakat Pidie di Pantonlabu. Saat bersantap makan malam di Rumah Makan Reza, rombongan Zaini diteriaki oleh sekelompok orang.

“Mereka meminta Abu--sapaan Zaini Abdullah--keluar dari rumah makan dan meninggalkan daerah itu. Tapi Abu tak menggubris dan meninggalkan rumah makan setelah menikmati makan malam untuk berangkat menuju Idi,” kata sumber AJNN di Tim AZAN, Rabu (30/11).

Zaini Abdullah singgah ke Pantonlabu dalam rangkaian kampanye ke sejumlah daerah di kawasan timur Aceh. Usai Magrib, Zaini singgah ke rumah duka dan menjumpai keluarga Abdul Gani di Dusun Tiga. Pasar Lama, Pantonlabu. Sekitar pukul 20.00 WIB, Zaini meninggalkan kediaman Abdul Gani dan singgah ke rumah makan itu sebelum melanjutkan perjalanan.

Di tengah-tengah santap malam, sekitar tujuh orang yang dipimpin seseorang, yang belakangan diketahui bernama Joni, mendatangi rumah makan itu dan berteriak dari pekarangan rumah makan. Joni, kata anggota tim tersebut, meminta rombongan Zaini segera meninggalkan Pantonlabu karena mengklaim hanya pihaknya yang berhak berkampanye di kawasan itu.

Menurut anggota tim, tak seharusnya tim sukses kandidat lain mengintimidasi lawan politik mereka. Apalagi hal itu dilakukan terhadap Zaini yang merupakan tokoh penting Gerakan Aceh Merdeka. Tindakan itu, kata dia, menunjukkan kedangkalan cara berpikir yang bersangkutan. Tindakan picik ini juga dapat merusak tali silaturahmi.

“Abu tidak terpancing. Saat Joni berteriak-teriak di luar rumah makan, Abu menghabiskan nasi di piring dan meninggalkan rumah makan karena menganggap waktu makan malam telah selesai. Abu juga meminta kami untuk tidak memedulikan ulah pendukung fanatik yang dangkal itu,” kata anggota tim tersebut.

Saat berita ini diunggah, belum ada jawaban dari Joni terkait alasannya mengeluarkan kata-kata tak simpatik kepada bekas Tuha Peut Partai Aceh tersebut.

Komentar

Loading...