Unduh Aplikasi

Usai Bebas Asimilasi, PNS di Langsa Kembali Ditangkap karena Narkoba

Usai Bebas Asimilasi, PNS di Langsa Kembali Ditangkap karena Narkoba
Tersangka BH, oknum PNS yang ditangkap karena mengedar narkoba saat diamankan di Polres Langsa. Foto: For AJNN.

LANGSA - Personil Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa menangkap seorang mantan narapidana yang bebas lewat asimilasi pada Juli 2020 dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 dari Lapas Klas II B Langsa.

Mantan napi tersebut berinisial BH (41) oknum PNS di kantor Camat Langsa Baro dan tercatat sebagai warga Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota. Tersangka ditangkap Sabtu 26 September 2020.

"Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa sembilan paket sabu siap edar dengan berat lima gram, satu unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor Mio," kata Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Narkoba Iptu Imam Aziz Rachman, Selasa (29/9).

Tersangka, kata Kasat Narkoba, ditangkap di Gampong Paya Bujok Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota, tepatnya di halaman tempat pemotongan ayam.

Kasat Narkoba menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas informasi masyarakat yang mengakatan di Gampong Paya Bujok Blang Pase marak terjadinya transaksi jual beli narkotika jenis sabu dan sudah meresahkan masyarakat. 

Berdasarkan informasi tersebut, kata Kasat Narkoba, personil Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa melakukan penyelidikan di TKP dan berhasil mengamankan tersangka.

Menurut pengakuan tersangka, kata Kasat Narkoba, barang haram darinya itu diperoleh dari temannya berinisial M (DPO) untuk di jual dengan perjanjian apabila sabu tersebut sudah laku maka tersangka akan menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta kepada M.

"Tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama, sebelumnya dia pernah di vonis hukuman penjara selama 1,5 tahun pada tahun 2019," ungkap Kasat Narkoba.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka berikut barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolres Langsa guna proses penyidikan lebih lanjut.

Komentar

Loading...