Unduh Aplikasi

Unsyiah Terima Bantuan Reagent dan Alat Laboratorium dari BNPB

Unsyiah Terima Bantuan Reagent dan Alat Laboratorium dari BNPB
Foto: Ist

BANDA ACEH - Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menerima bantuan logistik barang dan alat untuk pemeriksaan Swab PCR (Polymerase Chain Reaction) dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB). 

Bantuan itu untuk mendukung penanganan wabah Covid-19, dimana Universitas Syiah Kuala menjadi bagian dari unsur penanganan Pandemi tersebut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Manager Operasional Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah Ichsan, di Fakultas Kedokteran Unsyiah, Kamis (17/9).

Adapun rincian bantuan medis tersebut adalah Polymerase Chain Reaction (PCR) berupa Solgent-Ubitron (DSP) senilai Rp. 790.400.000 untuk 3.800 test dan  PCR Seegen (Donasi) senilai Rp. 72.540.000 untuk 1.200 test. Kemudian, RNA berupa Wizchamp-Ubitron senilai Rp. 210.000.000 untuk 5000 test, dan VTM berupa Genesis-Wisesa untuk 5000 test.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal, kepada AJNN mengatakan bahwa mereka telah menerima sejumlah peralatan dan bahan untuk pemeriksaan Swab PCR senilai Rp 1.2 miliar

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas bantuan BNPB. Kemarin kami sudah menerima sumbangan 4 item barang dan bahan untuk keperluan PCR," ujar Samsul Rizal, Jumat (18/9) di Banda Aceh.

Dirinya merasa sangat bersyukur atas sejumlah bantuan peralatan medis yang diberikan oleh BNPB kepada Unsyiah. Dukungan seperti ini tentu sangat berarti bagi lab Unsyiah, yang selama ini telah berperan penting sebagai salah satu lab pengujian specimen swab Covid-19 di Aceh.

“Alhamdulillah, dengan bantuan ini kita bisa melakukan uji swab lebih banyak lagi, sehingga kita bisa melakukan pemetaan untuk mengetahui sebaran virus Covid-19 ini,” ucap Rektor.

Selain itu, Rektor juga sangat mengapresiasi atas respon cepat BNPB dalam upaya mendukung penanganan Covid-19 di Aceh. Sebab sebelumnya, BNPB juga memberikan sejumlah bantuan Reagent Laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19 kepada Unsyiah senilai Rp 1,58 milyar pada 10 Agustus 2020 lalu.

“Bantuan tersebut diberikan hanya dalam tiga hari setelah kita mengirimkan surat permohonan. Jadi saya kira dalam menghadapi wabah seperti ini, respon cepat seperti itu sangatlah penting,” ucap Rektor.

Penambahan jumlah bahan untuk pemeriksaan Swab PCR di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ini tentu saja menjadi berkah disaat melonjaknya angka konfirmasi positif Covid-19 di provinsi Aceh. 

Untuk saat ini, Universitas Syiah Kuala memiliki 2 mesin PCR dan 14 orang tim ahli untuk menganalisa semua sampel Swab dari RSUDZA maupun dari sejumlah Rumah Sakit daerah di seluruh Aceh. 

Keberadaan Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala juga sangat membantu Balitbangkes Kemenkes RI Aceh. Sehingga mempercepat proses pemeriksaan sampel Swab pasien Covid-19.

Sementara itu, Ichsan menyebutkan, bantuan ini diberikan melalui Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Ibnu Asur. Hal ini berdasarkan surat Berita Acara Serah Terima dengan Nomor BA/ BNPB/OJLP/LP.01.02/09/2020 yang diterimanya.

Bantuan tersebut, ungkap Ichsan, adalah bentuk dukungan BNPB terhadap Unsyiah dalam penanganan bencana pandemi Covid-19 khususnya di Aceh. 

Ichsan juga menjelaskan, bantuan ini akan digunakan untuk pemeriksaan gratis bagi pasien rujukan dari rumah sakit yang masuk dalam katagori pasien suspek (gejala sedang) dan pasien probable (gejala berat) secara gratis. Sedangkan untuk pemeriksaan mandiri reagent yang digunakan adalah reagen yang dibeli oleh Unsyiah.

“Untuk bahan habis pakai hingga saat ini kita masih membeli sendiri dan juga digunakan untuk membantu masyarakat sebagai sumbangsih Unsyiah dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19 ini,” ucapnya.

Komentar

Loading...