Unduh Aplikasi

Unsyiah Kumpulkan Dana Rp 80 Juta untuk Korban Gempa

Unsyiah Kumpulkan Dana Rp 80 Juta untuk Korban Gempa

BANDA ACEH - Hingga Jumat (12/9) pukul 14.20 WIB, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah berhasil mengumpulkan dana bantuan sebanyak Rp 80 juta lebih untuk korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya. Sementara jumlah dana bantuan yang berhasil dikumpulkan di Posko Terintegrasi Unsyiah Peduli Pidie Jaya mencapai Rp Rp 16 juta lebih

Wakil Rektor IV Unsyiah Dr Nazamuddin MA selaku Koordinator Tim Bantuan Unsyiah mengatakan, hingga siang ini dana yang terkumpul sudah mencapai 80 juta rupiah. Di samping itu, ada juga yang menyumbang langsung ke posko Unsyiah dan sudah terkumpul hampir Rp 17 juta rupiah. Posko Unsyiah terletak di depan kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pidie Jaya.

“Alhamdulillah sudah banyak yang menyumbangkan makanan berupa makanan pokok dan mie instan. Semoga masih banyak yang mengulurkan tangan untuk meringankan beban korban gempa di Pijay,” katanya.

Bantuan untuk korban gempa dapat disalurkan melalui Bank BRI dengan nomor rekening 131201002064503 atas nama Peduli Gempa Unsyiah Pidie Jaya. Bagi yang sudah menyumbang silahkan untuk konfirmasi ke nomor 0813-2002-0034.

“Unsyiah telah mengambil bagian tanggap darurat serta rencana rehab dan rekon terhadap sarana umum dan infrastruktur masyarakat di lokasi bencana,” ungkap Nazamuddin.

Ia menuturkan, sejauh ini Unsyiah juga telah menerjunkan tim medis dari Fakultas Kedokteran Unsyiah. Sementara relawan dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah telah melakukan survei kaji cepat (rapid assessment) terhadap dampak gempa dan karakteristik seismiknya. Tim Unsyiah dari Fakultas Teknik juga sudah melakukan survei awal kelayakan infrastruktur publik.

“Fokus kerja kita adalah meringankan beban korban gempa, khususnya korban yang mengalami luka-luka,” ujar Nazamuddin.

Selain dosen dan pegawai, lanjut Nazamuddin, ada juga relawan dari mahasiswa sekitar 50 orang, terdiri dari Pramuka, PMI, Menwa, BEM, dan Program Studi. Kemudian juga sudah dikerahkan 2 unit mobil operasional, 1 unit genset, dan sejumlah bahan makanan ke Pijay.

“Tim Unsyiah juga sudah mendirikan dapur umum di lokasi pengungsi serta penyaluran bantuan di Mesjid Trienggadeng dan Desa Perade,” sebutnya.

Sedangkan para relawan dari Program Studi Konseling FKIP Unsyiah melakukan trauma healing serta konseling. Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi trauma, khususnya bagi anak-anak korban gempa.

“Trauma healing ini diberikan kepada 400 siswa dan 70 Guru di SMK 1 Bandar Baru,” jelas Nazamuddin.

Menurut informasi yang dihimpun, bantuan yang sangat dibutuhkan korban gempa saat ini adalah selimut, sembako, pembalut wanita, pampers bayi, dan perlengkapan mandi. Jumlah korban jiwa akibat gempa Aceh ini adalah 114 orang. Sedangkan 17.029 jiwa masih mengungsi.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...