Unduh Aplikasi

PROGRAM 1 JUTA MASKER

UMKM Bergairah Produksi Masker

UMKM Bergairah Produksi Masker
Kadis Koperasi dan UMKM Aceh Dr. Wildan, M.Pd

BANDA ACEH - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh menggandeng UMKM untuk memproduksi satu juta masker sesuai intruksi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang akan dibagikan kepada masyarakat dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh, Dr Wildan MPd., menyampaikan bahwa masker tersebut diproduksi oleh seribuan lebih UMKM yang sudah terdaftar. Palaku usaha menjahit ini akan mengkonfirmasi kembali kesanggupan produksi mereka, baik jumlah maupun waktu yang tersedia. Mereka adalah UMKM yang bergerak di bidang jahit-menjahiti dan mampu membuat masker, mulai dari usaha konveksi, tailor, hingga usaha rumah tangga.

Baca: Siswa SMKN 3 Banda Aceh Produksi Ribuan Masker

"Kalau jumlah penjahit atau konveksi mungkin lebih banyak, tapi tidak semua memproduksi masker. Saya ingin memberdayakan mereka (penjahit) yang selama ini tidak punya order, kita dukung mereka. Kemudian barang yang mereka produksi kita bagikan berikan kepada rakyat," kata Wildan kepada AJNN, Jumat (17/4).

Wildan memperkirakan, dalam dua hari ini akan masuk 5 ribu masker dan didistribusikan untuk kawasan terdekat dulu.

"Saya berharap dalam minggu ini mencapai 100 ribu masker selesai diproduksi," jelasnya.

Masker yang diproduksi UMKM itu sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah Aceh berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, rekomendasi Dinas Perindag Aceh, dan yang paling utama adalah hasil analisis produksi dari pelaku UMKM sendiri.

"Harga per masker ditetapkan sekitar Rp 6.500. Kita sudah hitung mulai dari ongkos jahit, berapa harga kain per meter, berapa kebutuhan benang dan talinya, ongkos strika, kemudian kita kasih lagi keuntungan untuk UMKM, jadi sudah kita perhitungkan semua, dan kita tetapkan harganya segitu." jelas Wildan.

Dikatakan Wildan, untuk masyarakat di kab kota, teknis pembagian akan diserahkan kepada perintah kab kota nantinya. Hasil penyediaan ini akan diantar atau diserahkan kepada kepala daerah masing-masing kabupaten kota karena mereka lebih tahu siapa yang paling berhak. Selain itu, kita sendiri juga akan melakukan distribusi untk masyarakat di tempat-tempat umum yang terjangkau, terutama di tempat orang ramai beraktivitas, seperti pasar dan kedai.

Banner Kerja Sama Aceh Hebat
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...