Unduh Aplikasi

Ujian Berikat Partai Demokrat

Ujian Berikat Partai Demokrat
Ilustrasi: trustontrial

SETELAH gunjang-ganjing itu, Partai Demokrat Aceh akhirnya dapat melanjutkan kehidupan politik mereka. Salah satunya adalah dengan menggelar Musyawarah Daerah V. Acara ini bakal digelar di Banda Aceh pada 12-13 Juni 2021.

Salah satu agenda penting dalam musyawarah ini adalah pemilihan ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat. Ketua Steering Committee (SC) Musda, Adnan Yacob Oden, telah memberikan kisi-kisi kepada para kandidat yang berminat memimpin Partai Demokrat Aceh untuk maju dalam pemilihan itu. 

Ada tujuh syarat calon Ketua DPD Demokrat Aceh, sesuai peraturan organisasi, yang harus dipenuhi seorang calon. Beragama dan menjalankan ibadah agamanya. Memiliki komitmen memajukan Partai Demokrat. Sehat jasmani dan rohani dan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Tidak sedang menjalani proses hukum tetap dan pelanggaran pidana dari instansi yang berwenang serta tidak melanggar konstitusi dan kode etik Partai Demokrat. Pendidikan Minimal SMU atau sederajat yang statusnya disamakan oleh Dinas Pendidikan. Kader Partai Demokrat dengan menunjukan KTA (Kartu Tanda Anggota). Mendapat surat dukungan/rekomendasi sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah pemegang hak suara yang sah.

Tentu menarik melihat para politikus yang baru saja melewati ujian besar ini bertarung menjadi pemimpin. Karena di Aceh, Partai Demokrat memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Ini terbukti dari hasil pemilihan umum.

Ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadi salah satu kunci kesuksesan itu. Dan kini, sepertinya, langkah itu dilanjutkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Jangan lupa juga, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat adalah putra Aceh, Teuku Rifky Harysa. 

Keistimewaan itu harusnya terus dijaga dengan memastikan proses pemilihan ketua DPD berjalan dengan demokratis. Karena ini adalah salah satu cara untuk menemukan kader terbaik yang layak memimpin Partai Demokrat Aceh melewati pertarungan politik yang semakin sengit.

Jangan pula ada kandidat yang dianggap sebagai titipan pusat alias anak emas. Musyawarah daerah harus benar-benar menjadi kawah candradimuka para kader terbaik bersaing, menawarkan program, dan mendapatkan dukungan karena kemampuan politik. Bukan kekuatan uang.

Ada banyak contoh kehancuran partai politik yang dijalankan atas semangat “uang”. Tidak hanya menimbulkan gesekan dan perpecahan di internal partai, masyarakat yang memantau perkembangan ini juga akan semakin muak melihat aksi jual beli suara dan praktik culas dalam memilih ketua partai. 

Partai Demokrat harus menunjukkan kelas yang sesungguhnya. Menghadapi upaya mendongkel kepemimpinan yang sah lewat KLB Sibolangit, yang digerakkan oleh gerombolan Moeldoko, adalah urusan yang tidak mudah. Namun lebih sulit lagi menghadapi kekuatan uang yang menggerogoti kepercayaan kader dan pemilih, dari dalam.

Komentar

Loading...