Unduh Aplikasi

Uji Pangan di Pasar Peunayong, DPPKP Banda Aceh Tidak Temukan Bahan Berbahaya  

Uji Pangan di Pasar Peunayong, DPPKP Banda Aceh Tidak Temukan Bahan Berbahaya  
Petugas dari Dinas Pangan  Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh sedang memperlihat sampel bahan pangan. Foto: untuk AJNN.

BANDA ACEH - Dinas Pangan  Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh melakukan pengambilan sampel beberapa pangan segar asal tanaman, laut dan tambak untuk dilakukan pengujian dari zat berbahaya dari Pasar Peunayong.

Kepala DPPKP Kota Banda Aceh, Zulkifli Syahbuddin mengatakan, pemeriksaan pangan itu merupakan amanah dari Undang-undang Pangan No 18 Tahun 2012 dan yang terbaru PP 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, di mana pangan segar yang beredar di masyarakat itu harus aman untuk dikonsumsi.

“Kita melakukan kewajiban pengujian terhadap beberapa jenis sampel buah dan ikan yang segar, yang belum diolah dalam bentuk apapun, karena kalau sudah diolah itu bukan wewenang kita,” kata Zulkifli Syahbuddin, kepada AJNN, Selasa (19/1).

Kata Zulkifli Syahbuddin, pihaknya melakukan pengujian terhadap beberapa bahan berbahaya seperti formalin, residu pestisida serta zat pemutih. Pada pemeriksaan pangan di Peunayong, pihak DPPKP Banda Aceh memfokuskan pengujian pada bahan formalin.

“Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan tadi belum terindikasi adanya bahan berbahaya tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DPPKP Kota Banda Aceh, Wahyuni mengungkapkan, pengujian pangan rutin dilakukan per triwulan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh warga Kota Banda Aceh.

“Keamanan pangan itu sangat penting dalam rangka menjaga warga dari ancaman bahan berbahaya," sebut Wahyuni.

Wahyuni menghimbau, untuk warga Kota Banda Aceh yang ingin melakukan uji pangan segar terhadap pangan yang dicurigai atau terkontaminasi untuk dikonsumsi, atau ada bahan pangan yang berbahaya agar melaporkan dan membawa sampel kepada DPPKP Kota Banda.

“Karena sekarang kami sudah mempunyai gedung pengujian walaupun dengan perlengkapan yang belum memadai, nantinya kita bisa bekerjasama dengan pihak provinsi yang telah memiliki laboratoriumnya," tutupnya.

Komentar

Loading...