Unduh Aplikasi

UIN Ar-Raniry Lanjutkan Kuliah Daring, Ini Curhatan Mahasiswa

UIN Ar-Raniry Lanjutkan Kuliah Daring, Ini Curhatan Mahasiswa
Foto: Net

BANDA ACEH - Awal tahun 2021, sejumlah kampus mulai memberlakukan kembali kuliah tatap muka, namun tidak dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Kampus ini masih menerapkan proses belajar mengajar secara online untuk semester genap.

Sebelumnya AJNN pernah menghungi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Gunawan. Ia  mengaku pihaknya belum berani menggelar kuliah tatap muka dan belum ada regulasi dari pusat. Pihaknya juga tidak berani mengambil resiko jika terjadi yang tidak diinginkan dan tidak ingin berhadapan dengan hukum.

Menanggapi hal tersebut, AJNN mewawancarai beberapa mahasiswa UIN dari sejumlah prodi.

Cut Salma misalnya, mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Ia mengatakan, sebagai mahasiswa akhir, tentunya ia ingin melaksanakan kuliah tatap muka seperti sebelumnya.

Di akhir-akhir masa perkuliahannya, ia ingin semester ini dapat berjumpa dengan teman satu leting.

"Ngurus skripsi secara langsung.Kebijakan kampus yang katanya belum berani, mudah-mudahan bisa cepet berani lah ya. Soalnya wisuda, acara-acara mahasiswa udah  dibuat offline, kayaknya enggak papa dong ya kalau kuliah juga tatap muka aja," kata Salma saat dihubungi AJNN, Rabu (6/1/2021).

Saat jumlah kasus positif corona di Aceh masih tinggi, ia pernah membayangkan kalau tahun ini akan dilaksanakan kuliah tatap muka. Seharusnya lanjut Salma,  pihak kampus dapat mengeluarkan kebijakan lebih jika memang takut.

"Masa kegiatan-kegiatan besar sudah bisa dibuat. Kuliah tatap muka gak bisa. Kursi di kasih jarak. Mahasiswa tetap pakai masker. Satpam tiap fakultas kalau ada waktu luang cek suhu," ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Uswatul Farida, mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Ia mengaku kurang setuju kuliah daring tetap dilanjutkan. Beberapa kampus di Aceh kata Uswah, sudah mempersiapkan untuk kuliah tatap muka.

Menurutnya, Aceh juga kasus Covid-19 sudah berkurang tidak seperti Riau dan Jakarta.

"Pengennnya kuliah tatap muka, berharap sekali. Tempat wisata dibuka, tapi kuliah masih daring," keluhnnya.

Havna, mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Prodi Ekonomi Syariah juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku sudah mulai jenuh mengikuti perkuliahan daring.

"Kita uda boring, karena tiap pagi harus buka zoom," kata Havna.

Meski begitu lanjut Havna, perkuliahan daring juga memiliki sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya, mahasiswa harus patuh dengan aturan pemerintah.

"Kalau negatif kuliah daring kurang efektif sih. Karena daya tangkap manusia ini berbeda-beda," ucapnya.

Zurrafigah, mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prodi Bahasa Inggis. Ia mengatakan kalau kuliah daring ini dilanjutkan, tentu sangat memberatkan mahasiswa. Terlebih mahasiswa yang tinggal di daerah pelosok.

"Kalau di pelosok kan jaringannya buruk. Terus online gini pembelajarannya nggak bisa diserap dengan sempurna," sebutnya.

Zurrafigah juga satu suara, ia berharap untuk tahun ini proses perkuliahan di UIN Ar-Raniry normal kembali. Sebab kuliah daring sangat membosankan dan percuma saja.

"Nggak ada timbal balik untuk kami. Kasihan juga teman-teman. Karena kami pernah bermimpi kalau tahun ini kuliah sudah tatap muka," pungkasnya.

Komentar

Loading...