Unduh Aplikasi

UIN Ar-Raniry dan Kementerian PPPA Selenggarakan Webinar Nasional

UIN Ar-Raniry dan Kementerian PPPA Selenggarakan Webinar Nasional
Foto: Ist

BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan webinar nasional dengan tema Perempuan dan Upaya Ketahanan Keluarga Saat Pandemi Covid-19, Selasa (2/6). Seminar daring ini dipelopori FISIP UIN Ar-Raniry.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sebagai keynote speakers yang diwakili Deputi Kesetaraan Gender, Agustina Erni menyampaikan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang punya keunggulan dalam menangani bencana termasuk Covid-19.

Beberapa dampak pandemi ini terhadap kesejahteraan dan keharmonisan keluarga. Dampak positif berupa membangun kelekatan dengan anak, adanya kemitraan gender relasi suami istri dalam keluarga (keseimbangan peran). Dampak negatif yaitu adanya peningkatan KDRT, penurunan pendapatan, PHK.

"Tips keluarga mampu bertahan dalam menghadapi Covid-19 adalah mengontrol emosi, meningkatkan rasa syukur, kemitraan gender, keterbukaan dalam komunikasi antara suami istri dalam pengambilan keputusan, mengatur waktu aktivitas sebaik mungkin dan seimbang, gaya hidup sederhana dengan penghematan dan hindari hutang," jelas Agustina Erni.

Sementara, Kepala Dinas PPPA Aceh, Nevi Ariyani mengatakan bahwa selain bantuan langsung yang spesifik diberikan sebagai penguatan perempuan dan upaya ketahanan keluarga. Dinas PPPA sudah melakukan 10 aksi berjarak (Bersama Jaga Keluarga).

Sepuluh aksi itu adalah tetap di rumah, hak perempuan dan anak terpenuhi, alat perlindungan diri tersedia, jaga diri, keluarga dan lingkungan, membuat tanda peringatan, menjaga jarak fisik, mengawasi keluar masuk orang dan barang, menyebarkan informasi yang benar, aktivasi media komunikasi online, aktivasi rumah rujukan.

"Kesemua hal tersebut disosialisasikan secara massif termasuk lokus wilayah binaan, kader-kader di tingkat desa, aparatur desa yang terhubung dengan Dinas PPPA Provinsi Aceh," ujar Nevi.

"Namun terdapat tantangan atau kendala adalah data tentang perempuan dan anak yang terdapampak Covid-19 belum terpilah sehingga tidak update," sambungnya.

Selain Agustina Erni dan Nevi, narasumber seminar nasional daring itu diisi oleh Anggota DPR-RI Illiza Sa'aduddin Djamal, Anggota DPRA Purnama Setia Budi, Pakar hukum keluarga Agustin Hanafi, Dekan FISIP Uinar Ernita Dewi, dengan moderator Muazzinah.[]

Komentar

Loading...