Unduh Aplikasi

Uchok Sky Khadafi: Kontrak Pembangunan Gedung Oncology Bisa Langsung Diputuskan

Uchok Sky Khadafi: Kontrak Pembangunan Gedung Oncology Bisa Langsung Diputuskan
Direktur Centre For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi. Foto: Aktual

BANDA ACEH - Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dapat langsung memutus kontrak kerja dengan PT Araz Mulia Mandiri yang memenangkan tender pembangunan gedung oncology center rumah sakit tersebut. Kelanjutan kontrak kerjasama dikhawatir akan menyeret pihak rumah sakit ke permasalahan hukum.

Sebelumnya, perusahaan yang sedang menjalankan beberapa proyek besar di Aceh ini telah diberikan sanksi daftar hitam oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), dan juga sudah dipublis di website Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Sesuai Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa bisa langsung dibatalkan walau kontraknya sudah diteken. Bahaya kalau tidak buat KPA, karena ada konsekwensi hukumnya," kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kepada AJNN, Rabu (11/10).

Baca: Direktur RSUDZA Minta Hentikan Pengerjaan Proyek Gedung Oncology Center

Menurut Ucok--sapaan Uchok Sky Khadafi--sesuai peraturan tersebut perusahaan yang telah masuk dalam daftar hitam harusnya tidak dapat mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal itu sesuai Pasal 19 Ayat (1) huruf n tentang teknis pelaksanaan pelelangan atau seleksi.

"Disitu disebutkan peserta pelelangan/seleksi yang terkena sanksi pencantuman dalam daftar hitam tidak memenuhi persyaratan sebagai peserta pelelangan/seleksi. Jadi aturannya sudah ada, lelang saja tidak bisa ikut apalagi menang. Jadi bisa langsung dibatalkan biarpun kontrak sudah diteken," kata Ucok.

Dikatakan untuk melanjutkan proyek tersebut, pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) selaku pelaksana pengadaan dapat melakukan proses tender ulang. Ucok menilai pemenangan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam pada paket proyek oncology akibat persaingan yang tidak sehat dalam proses tender.

"Ini ada permainan atau kongkalikong antara perusahaan pemenang dengan panitianya. Jadi kalau sudah begini gak ada lagi yang baik, padahal semangat dari perpres itukan untuk menciptakan persaingan yang sehat agar hasilnya pun nanti juga baik. Harusnya saat pengumuman pemenang, perusahaan yang kalah bisa melakukan sanggahan," ujar Ucok.

Ucok menambahkan, ketidaktahuan kuasa pengguna anggaran atau panitia lelang tidak dapat dijadikan pembenaran hingga perusahaan hitam dapat mengikuti tender bahkan sampai memenangkan tender.

"Tidak tahu bagaimana? KPA harusnya mengecek jadi bukan alasan. Kalau kemudian diketahui bisa langsung dicabut itu (kontrak)," tegas Ucok.

Komentar

Loading...