Unduh Aplikasi

Uang Rekening Basah di Bank Aceh Syariah Ditransfer ke Mandiri

Uang Rekening Basah di Bank Aceh Syariah Ditransfer ke Mandiri
Bukti tranfer ke Bank Mandiri Takengon. Foto: Ist

BANDA ACEH - Penyidik Polda Aceh terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bank Aceh Syariah Cabang S Parman Medan.

Dimana, aparat hukum telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pemilik rekening tersebut. Pemeriksaan terhadap beberapa orang itu dilakukan di Medan.

Namun, hingga kini belum diketahui siapa pemilik uang yang berjumlah Rp 1,9 miliar itu. Pihak keluarga pemilik rekening berharap kepolisian bisa mengungkapkan asal usul uang tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima AJNN, uang tersebut dikirim ke Bank Mandiri di Aceh Tengah. Informasi tersebut ternyata benar setelah AJNN menemukan bukti tranfer uang tersebut. 

Dalam bukti tranfer itu, penerima uang tersebut berinisial M, yang beralamat di Takengon, Aceh Tengah. Total uang yang ditransfer yakni Rp 1,9 miliar.

Sebelumnya, keluarga pemilik rekening basah itu mengakui sudah diperiksa oleh penyidik dari Polda Aceh.

“Benar, kami sudah diperiksa, mereka mengaku dari Polda Aceh,” kata Yusrizal, anak dari pemilik rekening itu, Rabu (7/10).

Kepada AJNN, Yusrizal mengaku sangat senang ketika pihak kepolisian mau melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Baginya kasus ini sangat penting diungkap oleh aparat hukum di Aceh.

Baca: Keluarga “Pemilik” Rekening Basah di Bank Aceh Mengaku Sudah Diperiksa Polisi

“Polisi harus serius dan berani mengungkap kasus ini,” kata Yusrizal.

Namun, Yusrizal menilai kasus ini akan tersendak dengan surat yang pernah diteken oleh ibunya, Yusnamurti, selaku pemilik rekening. 

Dimana ketika kasus ini muncul, pihak bank mendatangi kediamannya untuk meminta ibunya meneken satu surat yang ibunya sendiri tidak mengetahui surat tersebut.

“Jadi alasan pihak bank mau silaturahmi, tapi tiba-tiba ada surat yang harus diteken, ibu saya mana mengerti surat menyurat, saya menduga surat yang diteken ibu saya itu adalah jebakan, say duga isi surat itu akan membela pihak bank,” ungkapnya.

Apalagi, kata Yusrizal, pihak bank tidak meninggalkan surat tersebut kepada pihak keluarga. Ia sendiri hingga kini masih penasaran dengan isi surat yang diteken ibunya itu. 

“Saya menduga surat itu jebakan untuk keluarga kami, makanya saya sampai hari ini masih menuntut agar surat itu diserahkan kepada kami selaku pihak keluarga, karena ketika saya minta tidak pernah diberika oleh bank,” ujarnya.

Komentar

Loading...