Unduh Aplikasi

Tuntut Pemerintah Aceh Tamiang Tak Sengsarakan Rakyat, Sejumlah Pemuda Unjuk Rasa ke DPRK

Tuntut Pemerintah Aceh Tamiang Tak Sengsarakan Rakyat, Sejumlah Pemuda Unjuk Rasa ke DPRK
Salah seorang koordinator aksi sedang menyampaikan orasinya saat menggelar aksi didepan gedung DPRK Aceh Tamiang. Foto: AJNN/Asrul

ACEH TAMIANG - Belasan pemuda yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Peduli Aceh Tamiang menggelar aksi damai ke gedung DPRK Aceh Tamiang, Rabu (18/9).

Para pemuda tersebut menuntut Pemerintah Aceh Tamiang harus memiliki landasan dalam mengambil kebijakan sehingga tidak menyengsarakan rakyat.

Dalam aksi yang dikawal ketat pihak kepolisian, para pemuda itu menyampaikan lima poin dalam bentuk pernyataan sikap. Adapun lima poin tersebut yakni, pertama, rekayasa jalan kota terkesan dipaksakan oleh pemerintah sehingga berdampak kepada perekonomian rakyat.

Kedua, akibat pembongkaran SDN 3 Kualasimpang kini telah berdampak pada status siswa yang dipindah ke sekolah lain, baik secara adminitrasi dan keberlangsungan hak dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

Ketiga, lembaga Majelis Pendidikan Daerah (MPD) tidak menunjukkan kinerja sebagai lembaga pendidikan. Karena diduga diisi oleh orang yang tidak memiliki latar belakang akademik sehingga kinerja MPD diragukan.

Keempat, tidak seriusnya Pemkab Aceh Tamiang dalam mengurus dunia pendidikan perguruan tinggi sehingga Aceh Tamiang sampai saat ini tidak memiliki kampus untuk generasi mengeyam pendidikan tinggi.

Kelima, pelayanan RSUD Aceh Tamiang sampai hari ini belum menunjukkan perbaikan sehingga berdampak pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Dan pucuk pimpinan RSUD Aceh Tamiang sampai sekarang belum didefinitifkan.

Demikian isi pernyataan sikap yang disampaikan Gusmawan Amir, Alhafiz Zulamri dan Muhammad Suhaji selaku koordinator aksi bersama dihadapan pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tamiang.

Tiba di gedung DPRK, para demontrasi tersebut disambut oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang sementara, Suprianto, Wakil Ketua sementara Fadlon dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Menanggapi tuntutan para pemuda tersebut, Ketua DPRK Aceh Tamiang sementara Suprianto berjanji akan memanggil pihak eksekutif untuk menindaklanjuti berbagai masalah di tengah masyarakat.

Komentar

Loading...