Unduh Aplikasi

Tumpukan Sampah Kayu Olahan di Aceh Jaya Ganggu Fungsi Irigasi

Tumpukan Sampah Kayu Olahan di Aceh Jaya Ganggu Fungsi Irigasi
Kondisi tumpukan sampah potongan kayu. Foto: For AJNN

ACEH JAYA - Tumpakan sampah berupa kayu olahan dan sisa potongan kayu di Desa Gunong Buloh, kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya yang sudah menahun kini menjadi sumber masalah baru.

Pasalnya, sampah potongan kayu itu sudah menutupi badan sungai sekitar 200 meter serta sudah ditumbuhi semak belukar hingga berdampak pada tidak maksimalnya fungsi irigasi yang mengairi sawah warga.

"Sangat kita sayangkan kondisi seperti ini terus dibiarkan menahun hingga berdampak terhadap persawahan warga Panga," Kata Ketua LSM Kita Peduli Abdo Rani, kepada AJNN, Jum'at (10/7).

Pihaknya mendesak pemkab Aceh Jaya melalui PUPR dan Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan saluran irigasi yang mengairi persawahan masyarakat.

Pasalnya, di lapangan masih banyaknya ditemukan saluran cacing dan saluran berlobang yang dibuat warga mengakibatkan dua lokasi persawahan lainnya yakni di desa gampong Harapan dan desa Tuwi Kareung kekeringan.

"Selain dampak dari tumpukan sampah kayu di sungai yang mengairi air ke bendungan juga terdapat saluran cacing dan saluran berlobang hingga ada desa yang mengalami kekeringan," terang Abdo Rani.

Menurutnya, berdasarkan temuan langsung di lapangan, dari 416 Ha lahan persawahan di kecamatan Panga kini hampir 30 persen dari lahan tersebut menjadi perkebunan sawit, dan 40 persen dari 416 Ha sawah kini sudah sawah kering dikarenakan fungsional saluran irigasi tak maksimal.

Di satu sisi, lanjutnya, pemerintah Aceh Jaya menuntut adanya peningkatan hasil pertanian, tapi sisi lain masyarakat menanggung semua resiko yang dialami selama ini.

"Sudah seharusnya pemkab Aceh Jaya melalui instansi terkait lebih jeli dalam mewujudkan kesejahteraan petani, ini sangat jauh dari visi misi bupati Aceh Jaya," ungkap Abdo.

Komentar

Loading...