Unduh Aplikasi

Tumpang Tindih Anggaran di SKPA Jadi Sumber Pemborosan

Tumpang Tindih Anggaran di SKPA Jadi Sumber Pemborosan
T Irwan Djohan
BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Teuku Irwan Djohan menilai penggunaan anggaran dalam Satuan Kerja Pemerintah Aceh banyak tumpang tindih. Ini menjadi satu dari banyak alasan penggunaan anggaran di pemerintahan boros.

“Ini salah satu bukti bahwa memang anggaran kita tidak digunakan dengan bijak. Dana otsus (otonomi khusus) kita besar, tapi minim manfaat,” kata Irwan Djohan kepada AJNN, Kamis (2/3).

Irwan mencontohkan kasus di salah satu dinas yang menganggarkan banyak dana untuk pengadaan alat tulis kantor. Namun anggaran yang sama juga dimasukkan ke dalam alokasi dana untuk pelatihan.

"Di dinas dianggarkan. Di pelatihan di dinas yang sama juga dianggarkan. Tumpang tindih ini yang membuat anggaran boros,” kata Irwan.

Ketidakapekaan dalam menggunakan anggaran menyebabkan Aceh merugi ratusan miliar setiap tahun. Menurut Irwan, seharusnya satuan kerja jeli menilai anggaran sebuah kegiatan dan melakukan langkah penghematan.

Dana lain yang cenderung boros adalah pelatihan dan perjalanan dinas pejabat. Namun tidak mungkin bagi pemerintah untuk menghapus dana perjalanan dinas. “Kalau dirasionalkan, harus,” kata Irwan.

Tahun ini, terjadi kenaikan jumlah dana perjalanan dinas. Ketentuan baru ini berlaku untuk pejabat eselon dua hingga tenaga kontrak. Sedangkan pejabat eselon satu, diturunkan. Pada 2015, anggaran untuk penginapan gubernur, wakil gubernur, wali nanggroe dan ketua dewan mencapai Rp 8 juta. Pemerintah memangkas anggaran hingga mencapai setengah dari tahun sebelumnya.

“Sekarang mereka hanya menerima Rp 4,5 juta. Untuk ketua dan wakil ketua dewan serta sekretaris daerah menjadi Rp 2,5 juta. Dulu mereka menerima Rp 8 juta per malam. Bayangkan jumlah penurunannya,” kata Irwan.

Komentar

Loading...