Unduh Aplikasi

Tukar 500 Riyal di BRI, Jamaah Haji Hanya Terima 445 Riyal

Tukar 500 Riyal di BRI, Jamaah Haji Hanya Terima 445 Riyal
Loket penukaran uang BRI di Asrama Haji Banda Aceh. Foto: Wen Genali
BANDA ACEH - Rusman--bukan nama sebenarnya--menghitung ulang tumpukan uang riyal yang baru saja ditukarkannya. Jamaah haji itu baru saja menukarkan uang di sebuah pos pelayanan Bank Rakyat Indonesia di Asrama Haji Banda Aceh.

Namun setelah berulang kali dihitung ulang, uang pecahan dari selembar uang 500 riyal yang baru saja ditukarkannya tak sama jumlahnya. Dari amplop cokelat yang diserahkan kepadanya, Rusman hanya menerima 455 riyal.

Jika dirupiahkan, 45 riyal yang hilang itu setara dengan Rp 156.300. “Bagaimana ini, apa cukup (uang yang ada ini) cukup untuk makan?” kata-kata ini terlontar dengan nada kecewa.

Pria berusia 50 tahun ini adalah jamaah calon haji kloter 8 yang rencananya berangkat sore nanti ke Madinah. Dia dan istrinya baru saja menerima living cost sebesar 1.500 riyal dari penyelenggara haji. Uang itu diterima dalam tiga lembar pecahan 500 riyal.

Dia sengaja menukarkan uang 500 riyal dalam pecahan yang lebih kecil, seperti 5, 10, 50 dan 100 riyal, untuk memudahkan
urusannya saat berbelanja selama berada di Tanah Suci. Namun tidak sepatah katapun yang Rusman dengar dari petugas penukaran uang tentang risiko menukarkan uang di loket BRI tersebut.

Maimunsyah, pejabat di kantor BRI Banda Aceh, mengatakan jumlah uang yang diterima tidak sama dengan uang yang disetorkan. Karena BRI membeli dahulu uang 500 riyal tersebut dan menjual kembali kepada nasabah dalam pecahan lebih kecil.

“Ini adalah sistem yang ditetapkan dari pusat. Kami di daerah tidak memiliki otoritas untuk mengubah kebijakan ini,” kata Maimunsyah kepada AJNN.

Maimunsyah menganalogikan pertukaran sesama mata uang negara Arab Saudi ini dengan membeli emas. Dia juga mengatakan kebijakan ini didasari kepada keinginan BRI untuk memudahkan para jamaah haji saat berada di Tanah Suci.

Namun saat ditanyakan, “kalau memang untuk memudahkan, mengapa uang pecahan kecil tidak langsung diberikan kepada jamaah haji?” Maimunsyah mengatakan jumlah uang riyal pecahan kecil yang diterima BRI tidak mencukupi untuk dibagikan kepada seluruh jamaah.

Ekonom Universitas Muhammadiyah Aceh Aliamin mengkritik keras praktik penukaran uang ini. Ini, kata dia, sangat merugikan para jamaah haji. Ini sama dengan praktik penukaran uang di jalan-jalan saat mendekati Idul Fitri atau Idul Adha. Mereka yang menginginkan uang dengan pecahan lebih kecil harus “membeli” uang itu.

“Tapi ini bank. Mereka adalah lembaga keuangan. Dan mereka (BRI) tidak boleh melakukan hal ini. Ini sama seperti yang dipraktikkan orang Yahudi. Itu riba namanya.”

(RALAT: Di judul tertera angka 445 riyal. seharusnya 455 riyal.) 

Komentar

Loading...