Unduh Aplikasi

Tukang Jahit Sepatu dan Sendal di Aceh Barat Siap Lawan Bupati

Tukang Jahit Sepatu dan Sendal di Aceh Barat Siap Lawan Bupati
Para penjual jasa perbaikan sepatu dan sendal yang selama ini membuka lapak mereka di Jalan H.Daod Dariyah II, Kompleks Pasar Bina Usaha (KPBU) Meulaboh. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kabar tak sedap terdengar ditelingan para penjual jasa perbaikan sepatu dan sendal yang selama ini membuka lapak mereka di Jalan H.Daod Dariyah II, Kompleks Pasar Bina Usaha (KPBU) Meulaboh.

Para penawar jasa perbaikan sepatu dan sendal, yang selama ini mengais rezeki di KPBU atau tepatnya di samping Suzuya Mall Meulaboh akan direlokasi ditempat lain.

Informasi tersebut mereka dapat dari Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UTD) Pasar tersebut belum lama ini.

Para penjahit sepatu itu pun kini bersiap untuk melawan pemerintah daerah, jika memang mereka akan dipindahkan. Mereka mengaku tidak takut melawan meski berjumlah kecil.

Kepala perkumpulan jasa perbaikan sepatu dan sendal atau biasa disebut tukang jahit sepatu dan sendal, Zakaria mengatakan mereka akan direlokasi karena lokasi itu akan dicor mulai dari parit Lhueng Aneuk Aye hingga bahu Jalan Daod Dariyah II.

Dikatakannya, lokasi yang akan di cor tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh akan dijadikan lahan parkir bagi pengunjung Suzuya Mall Meulaboh.

"Kalau dipindahkan kami akan lawan bupati, karena bupati sudah janji tidak akan pindahkan kami dari lokasi itu," kata Zakaria, kepada wartawan, Selasa, (31/12).

Ia mengungkapkan kalau bupati telah mengunjungi mereka Minggu lalu. Dalam pertemuan dengan para penjahit sepatu dan sendal itu, memang lokasi setempat akan di semen terutama parit Lhueng Aneuk Aye.

Namun, kata dia, setelah pengecoran parit Lhueng Aneuk Aye tersebut dilakukan, mereka akan dipindahkan atas parit tersebut dan tidak lagi membuka lapak usaha di atas bahu jalan.

"Jadi bupati jangan inkar janji. Kalau di atas parit kami mau, tapi kalau dipindah tempat lain kami tidak mau, apalagi di daerah lain sepi seperti di jalan belakang terminal," ujar Zakaria.

Selain Zakaria, penjahit sepatu dan sandal lainnya Nurdin ikut menimpali. Ia mengaku tidak takut melawan bupati jika inkar dari apa yang pernah dijanjikan tersebut.

Menurut Nurdin, meski janji Bupati Ramli MS, tanpa adanya surat perjanjian, mereka tetap memegang janji tersebut, dan ia meminta bupati komitmen atas janjinya itu.

Sementara itu, salah seorang manajemen Suzuya Mall Meulaboh, Ami Saifuddin, membenarkan jika sebelumnya pemerintah daerah setempat memang berencana akan melakukan pengecoran diatas parit Lueng Aneuk Aye. Dan setelah di cor lokasi itu, nantinya akan dijadikan lahan parkir mobil bagi pengunjung Suzuya Mall Meulaboh.

Namun Ami mengaku tidak begitu tahu apakah itu tertuang dalam perjanjian sewa menyewa gedung pasar yang saat ini dijadikan mall milik suzuya atau tidak.

"Memang saya pernah dengar itu, sebelum grand opening. Tapi menurut saya itu antara pimpinan dengan pimpinan, jadi tekhnisnya kami tidak tahu," kata Ami.

Ami menjelaskan jadi atau tidaknya lokasi tersebut menjadi lahan parkir merupakan urusan pimpinan dengan pemerintah setempat.

"Yang pasti kalau itu jadi dicor dan dijadikan area parkir dan ada penjahit sepatu juga disitu sudah pasti tidak bisa digunakan," ujarnya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...