Unduh Aplikasi

Tujuh Beko Illegal Mining Dipinjam Pakaikan ke Pemilik, Penahanan Tersangka Juga Ditangguhkan

Tujuh Beko Illegal Mining Dipinjam Pakaikan ke Pemilik, Penahanan Tersangka Juga Ditangguhkan
Kajari Aceh Barat, Rukhsal Assegaf. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat meminjam pakaikan tujuh unit alat berat berupa beko atau escavator yang menjadi barang bukti dalam kasus dugaan ilegal mining di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Tujuh unit beko yang sempat disita oleh Polda Aceh saat melakukan penggerebekan lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Sungai Mas, malah dipinjam pakaikan oleh Kejari Meulaboh kepada pemiliknya.

Selain meminjam pakaikan tujuh unit beko tersebut, Kejari setempat juga melakukan penangguhan tahanan terhadap kelima tersangka dalam kasus itu.

Adapun lima tersangka yang mendapat penangguhan penahanan tersebut yakni AH, Ha, Na, Kh, dan MA.

Kepala Kejari Aceh Barat, Rukhsal Assegaf, mengatakan pemberian beko kepada pemiliknya dilakukan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Untuk tujuh barang bukti berupa beko kami pun telah melakukan proses pinjam pakai juga dengan SOP yang diterapkan. Karena barang-barang itu cukup besar, di Kejari belum ada tempat untuk menyimpan alat-alat seperti ini, " kata Rukhsal Assegaf, Selasa (14/7).

Baca: Kasus Penggerebekan Tambang Liar di Aceh Barat Dilimpahkan ke Kejari

Selain itu, kata dia, tujuh unit beko tersebut dipinjam pakaikan dikarenakan alat tersebut memiliki keamanan yang sangat riskan, sehingga jika tidak disimpan di tempat yang aman maka akan menimbulkan banyak persoalan nantinya.

Sebab itu pula, kata dia, berdasarkan permohonan dari pemiliknya, Kejari setempat mempertimbangkan alasan pemberian pinjam pakai kepada pemiliknya.

Dikatakan Rukhsal, di dalam aturan sendiri proses pinjam pakai kepada pemilik dapat dilakukan dengan catatan barang bukti tersebut dapat dihadirkan saat proses persidangan dilakukan.

"Jadi peraturan bahwa apabila memang barang tersebut lebih bisa dijamin keamanannya, dijamin oleh pemiliknya untuk dapat dihadirkan kembali apabila dibutuhkan dalam persidangan, maka kami menerima pinjam pakai alat beko tersebut. Memang ada dalam undang-undang sendiri dan dengan SOP kejaksaan," ungkap Rukhsal.

Terkait dengan para tersangka, kata dia, dilakukan penangguhan penahanan atas beberapa pertimbangan, dimana saat ini dalam kondisi Coronavirua Disease (Covid-19) sehingga para tersangka tidak ditahan.

"Untuk tersangka memang kami tidak melakukan penahanan sehubungan dengan keadaan saat ini Covid-19. Sehingga kalau bisa kami tidak lakukan penahanan sehingga menjadi tidak membahayakan tahanan-tahanan yang sudah ada di dalam, berdasarkan SOP di Kejaksaan, sehingga kami tidak melakukan penahanan terhadap tersangka," ujarnya. 

Komentar

Loading...