Unduh Aplikasi

Tugu Titik Nol Banda Aceh Tidak Terawat

Tugu Titik Nol Banda Aceh Tidak Terawat
Wakil Ketua DPRA ketika berkunjung ke Tugu Titik Nol Banda Aceh. Foto: Facebook Teuku Irwan Djohan

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan sudah mengalokasikan anggaran dalam APBA 2019 untuk pembuatan Detail Engineering Design (DED) penataan ulang kawasan Tugu Titik Nol Kota Banda Aceh, yang terletak di perbatasan Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja. banda Aceh.

Melalui akun media sosialnya, Teuku Irwan Djohan menuliskan kalau lokasi yang sangat bersejarah tersebut keadaannya sangat mengenaskan, dan seperti tidak diperhatikan, apalagi dirawat.

"Saya tidak bermaksud menyalahkan siapapun terhadap kondisi ini. Justru mungkin sayalah yang paling bersalah, karena selama ini luput memperhatikannya," tulis Irwan Djohan seperti yang dikutip AJNN, Senin (7/1).

Ia juga menuliskan kalau kawasan yang sarat dengan nilai sejarah itu, kini menjadi tempat tumpukan sampah yang mengganggu penglihatan dan juga penciuman. Mulai dari botol-botol plastik, hingga pampers bayi berisi najis yang sudah membusuk, berserakan di sekitar tugu, tanpa ada yang terpanggil untuk membersihkannya.

Bahkan, kata Irwan Djohan, kawasan yang seharusnya menjadi destinasi wisata bagi turis itu, kini menjadi destinasi wisata bagi kambing. Padahal, jika diperhatikan dan dirawat dengan baik, lokasi yang berada di dekat pantai tersebut sangat menarik untuk dikunjungi oleh turis dari manapun, sehingga akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Menurutnya lokasi bersejarah ini memang harus segera ditata ulang, diperbaiki dan dibuat lebih indah. Sebagai orang Aceh, tentu tidak ingin menjadi malu bila ada tamu-tamu dari luar daerah dan luar negeri yang melihat realita seperti ini.

"Bukan hanya karena kita bisa dianggap sebagai bangsa yang jorok, tetapi bisa juga kita dianggap sebagai bangsa yang tidak menghargai jasa para indatu (nenek moyang) kita sendiri," tulis Irwan Djohan.

Apabila berkunjung ke lokasi tersebut, ada prasasti kecil yang bertuliskan dalam bahasa Aceh, yakni Di sinoe asai muasai mula jadi Kuta Banda Aceh, tempat geupeudong keurajeuen Aceh Darussalam le Soleutan Johansyah bak uroe phon puasa Ramadhan thon 601 Hijriah. (Di sini cikal bakal Kota Banda Aceh, tempat awal mula Kerajaan Aceh Darussalam didirikan oleh Sultan Johansyah pada 1 Ramadhan 601 Hijriah)

Pada prasasti itu juga dipahat tanggal 22 April tahun 1205. Tanggal 22 April itulah yang saat ini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh, yang di tahun 2019 ini akan berusia 814 tahun.

"Saya berharap, semoga proses pembuatan DED penataan ulang kawasan Tugu Titik Nol Kota Banda Aceh pada tahun ini bisa terlaksana dengan baik. Insyaallah pada tahun 2020 nanti proses pembangunan fisiknya dapat diwujudkan tanpa adanya hambatan atau penolakan dari pihak manapun," katanya.

Komentar

Loading...