Unduh Aplikasi

Tuding Ada Anggota DPRK Yang Kuasai Dua Mobil Dinas, Ramli SE: TP2D Menyesatkan

Tuding Ada Anggota DPRK Yang Kuasai Dua Mobil Dinas, Ramli SE: TP2D Menyesatkan
Foto: Ist

ACEH BARAT- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE, menilai pernyataan ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Anshari Hamzah, yang menyebut ada salah seorang anggota DPRK menguasai dua mobil dinas jenis pajero sport warna hitam dan putih itu menyesatkan.

Ramli SE menyatakan tuduhan yang sebenarnya ditujukan kepada dirinya tersebut sama sekali tidak benar. Dikatakannya, Mobil dinas Pajero Sport warna putih saat ini tidak pernah dikuasai olehnya.

Baca: Ramli Protes Alphard, TP2D: di DPRK Ada Dewan yang Pakai Dua Mobil Dinas

"Mobil itu sudah lama rusak, atapnya bocor kadang-kadang mogok. Mobil itu rusak setelah kecelakaan saat digunakan ketua lama Bapak Ishak Yusuf," kata Ramli, kepada AJNN.

Saat ini, kata Ramli, dirinya hanya mempunyai satu mobil dinas jenis pajero sport warna hitam, yang digunakan untuk kegiatannya di lapangan sebagai anggota DPRK, sedangkan mobil dinas warna putih tidak ada padanya.

Menurut Ramli ia hanya memiliki mobil warna putih milik pribadi yakni merek Honda Jazz yang selama ini dipakai istrinya, dan juga doble cabin bermerek Mitsubishi triniton yang digunakan anaknya.

Ramli menyebut mobil Pajero Sport warna putih tersebut kini berada di rumah Hamid, yang merupakan supir umum DPRK setempat, dan akibat rusak mobil itu hanya terparkir di rumah sang supir lantaran tak bisa digunakan lagi.

Baca: Sewa Alphard untuk Mobil Dinas, Bupati Aceh Barat Dikritik Ketua DPRK

Dirinya mengaku tidak pernah meminta dem atau dilelang atas mobil tersebut, lantaran mobil tersebut belum layak untuk didem disebabkan oleh kerusakan mobil tersebut meski masih bisa diperbaiki.

"Nah kemudian kenapa mobil tersebut tidak kita serahkan ke Pemerintah Kabupaten, karena di DPRK juga ada bagian data aset. Makanya disana bisa dititip," ucapnya.

Ramli juga beralasan mobil itu tidak dititipkan ke Pemkab, lantaran saat ini banyak mobil dinas yang tidak jelas keberadaannya. Bahkan kata dia, jika mobil itu diserahkan ke Pemkab maka akan salah dalam penggunaannya.

"Jika kita serahkan kesana nanti udah salah lagi penggunaanya, masa pajero digunakan oleh seorang kabag. Itu paling tidak setingkat bupati sama DPR penggunanya," ungkapnya.

Ramli pun menyatakan sikap kecewanya kepada Ketua TP2D, Anshari Hamzah. Harusnya Anshari yang merupakan mantan anggota DPRK Aceh Jaya tersebut tahu apa tugas dari DPRK, bukan malah memojokkan DPRK yang memiliki peran kontrol (pengawasan) budgeting dan legeslasi itu.

Bahkan, ucap Ramli, harusnya TP2D lebih berperan dalam mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, dan merancang program yang berhubungan dengan visi misi. Akan tetapi, menurutnya tugas TP2D malah melenceng dengan mengurus persoalan aset.

"Bukan tidak boleh mengurus aset, tapi itu sudah ada tugas SKPK terkait. Jika persoalan ia meminta pendataan aset saya dukung, ayo kita data semua aset daerah, biar kita tahu kemana aja aset daerah terutama mobil dinas," imbuhnya.

Komentar

Loading...