Unduh Aplikasi

Trump Akui Sengaja Meremehkan Pandemi Covid-19

Trump Akui Sengaja Meremehkan Pandemi Covid-19
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengakui bahwa dia sengaja meremehkan bahaya Covid-19 dengan dalih tidak ingin membuat panik penduduk. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa dia sengaja meremehkan bahaya virus corona (Covid-19) dengan dalih tidak ingin membuat panik penduduk.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (10/9), pernyataan Trump itu tercantum di dalam buku berjudul Rage karya jurnalis AS, Bob Woodward.

Dalam wawancara dengan Woodward melalui telepon yang direkam pada Maret lalu, Trump mengatakan dia memang sengaja menggunakan strategi berusaha meminimalkan bahaya ketika menyampaikan hal itu kepada masyarakat.

"Saya memang selalu berusaha mengecilkan. Saya suka mengecilkan hal itu (Covid-19) karena saya tidak ingin membuat panik," demikian isi wawancara Woodward dengan Trump.

Seperti yang ditulis dalam buku itu, Trump mengatakan dia sadar bahwa Covid-19 adalah ancaman tetapi mengatakan kepada masyarakat hal itu akan segera berlalu.

Dalam wawancara telepon dengan Woodward pada 7 Februari lalu, Trump bahkan membeberkan ancaman mematikan Covid-19.

"Kita hanya menghirup udara dan itu cara virus itu masuk ke dalam tubuh. Dan hal itu memang agak menyulitkan. Virus juga sangat mematikan dari flu biasa. Ini adalah hal yang mematikan," kata Trump.

Dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Rabu kemarin, Trump membenarkan dia sengaja meremehkan Covid-19. Saat itu Trump berkeras dia melakukan hal itu untuk menenangkan masyarakat dan berupaya menghindari lonjakan harga kebutuhan dasar dan kesehatan.

"Faktanya adalah saya pemandu sorak bagi negara ini. Saya cinta negara ini dan tidak mau membuat penduduk panik atau ketakutan. Saya akan membawa negara dan dunia ini ke dalam kebaikan. Kami ingin memperlihatkan kepercayaan diri. Kami ingin memperlihatkan kekuatan," kata Trump.

Polemik ini dinilai bisa merusak citra Trump yang tengah bersaing dengan capres dari Partai Demokrat, Joe Biden. Apalagi, pemilihan presiden AS hanya kurang dari enam pekan.

Sampai saat ini ada sekitar 190 ribu penduduk AS yang meninggal akibat Covid-19. Meski ditentang sejumlah kepala daerah, Trump berkeras untuk membuka kembali kegiatan perdagangan dan belajar mengajar, meski jumlah kasus Covid-19 di AS semakin bertambah.

Menanggapi hal itu, Biden menyatakan Trump membohongi rakyat AS.

"Dia tahu dan sengaja berbohong tentang ancaman itu terhadap negara ini selama berbulan-bulan," kata Biden.

"Sementara wabah mematikan menyerang negeri kita, dia (Trump) gagal memenuhi tugasnya. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap penduduk AS," lanjut Biden.

Komentar

Loading...