Unduh Aplikasi

TRK Minta Rektor Unsyiah Tak Arogan Gusur Warga Kopelma Darussalam

TRK Minta Rektor Unsyiah Tak Arogan Gusur Warga Kopelma Darussalam
Pertemuan warga Kopelma dengan pimpinan DPRA. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Anggota DPRA, Teuku Raja Keumangan meminta Rektor Unsyiah, Samsul Rizal tidak bersikap arogan menggusur warga Kopelma Darussalam. Pasalnya warga Kopelma merupakan mantan dosen yang selama ini sudah mengabdi untuk kampus Unsyiah sejak dari nol.

"Rektor harus bijak dalam bersikap, jangan menggunakan cara-cara yang tidak baik, hargailah perjuangan mantan-mantan dosen yang sudah berjuang membesarkan kampus Unsyiah," kata Teuku Raja Keumangan kepada AJNN, usai menggelar pertemuan dengan warga Kopelma di Gedung DPRA, Selasa (23/2).

TRK--sapaan akrab Teuku Raja Keumangan--meminta Rektor Unsyiah untuk menghentikan penggusuran warga Kopelma itu. Pasalnya selama ini rumah-rumah yang ditinggali oleh para mantan dosen itu juga memiliki nilai sejarah yang harus dilestarikan.

"Mereka (mantan dosen) sudah cukup lama tinggal disitu, kenapa harus rumah mereka yang dipaksakan gusur, padahal masih banyak lahan lain yang layak untuk dibangun," tegasnya.

Baca: Masuk Tanpa Surat Tugas, Petugas Biro Rektorat USK Dihadang Warga Kopelma

Selain itu, TRK meminta kepada pimpinan DPRA untuk segera menyurati Rektor Unsyiah untuk menghentikan penggusuran itu. Seharusnya Unsyiah harus memberikan penghargaan kepada mantan dosen yang sudah membangun Unsyiah, bukan malah menggusur mereka dari tempat tinggal.

"Cara-cara seperti ini tidak baik, DPRA juga harus segera memanggil Rektor Unsyiah untuk mendengarkan alasan penggusuran itu," ujarnya.

Seharusnya, kata TRK, Rektor Unsyiah harus menjadi orang yang melindungi mantan dosen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan kampus, bukan malah sebaliknya dengan cara menggusir mereka dari tempat tinggal yang sudah puluhan tahun mereka tinggal.

"Walau bagaimana pun, saya berpihak kepada mantan dosen yang akan digusur itu, segala cara akan saya lakukan agar mereka tidak digusur, ini juga bentuk balas jasa saya kepada mantan dosen yang sudah melahirkan puluhan sarjana di Unsyiah, dan yang sudah membesarkan Unsyiah dari tidak ada apa-apa," jelasnya.

Komentar

Loading...